397 Lembar Uang Palsu Beredar di Sultra Selama 2025, BI Ingatkan Warga Waspada
Deliksultra.com, Kendari – Peredaran uang palsu masih menghantui Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Tercatat sepanjang tahun 2025, Bank Indonesia (BI) Sultra menemukan 397 lembar uang palsu beredar di tengah masyarakat, dengan dominasi pecahan Rp100 ribu dan paling banyak beredar di Kendari serta Baubau.
Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Sultra, Thathit Suryono, mengungkapkan meski jumlah temuan tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 465 lembar, peredaran uang palsu masih terkonsentrasi di wilayah perkotaan.
“Secara umum trennya menurun, namun peredaran paling banyak masih ditemukan di Kota Kendari dan Kota Baubau,” kata Thathit, Rabu 21 Januari 2026.
Hasil pemetaan BI Sultra menunjukkan, uang palsu kerap beredar dalam transaksi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Tingginya aktivitas transaksi tunai membuat sektor ini menjadi sasaran empuk para pelaku.
Selain itu, peredaran uang palsu cenderung meningkat pada momentum hari besar keagamaan nasional, seperti Ramadan, Idul Fitri, serta Natal dan Tahun Baru, ketika perputaran uang di masyarakat berlangsung sangat cepat.
Untuk menekan peredaran tersebut, BI Sultra tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga memperluas pengawasan hingga ke warung-warung kecil melalui koordinasi dengan aparat penegak hukum.
Di sisi pencegahan, BI terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat melalui program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengenali dan menggunakan rupiah sebagai alat pembayaran yang sah.
“Upaya kami dibagi menjadi dua, penindakan dan pencegahan. Untuk pencegahan, masyarakat kami edukasi agar mampu mengenali uang asli dengan metode 3D: Dilihat, Diraba, dan Diterawang,” jelas Thathit.
Edukasi tersebut menyasar berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, hingga pelaku usaha. BI Sultra berharap, melalui sosialisasi yang masif, masyarakat semakin waspada dan mampu mendeteksi uang palsu secara mandiri.
Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat, BI Sultra optimistis potensi kerugian akibat peredaran uang palsu di wilayah Sulawesi Tenggara dapat ditekan seminimal mungkin.
Reporter : Andri







