Empat Pemuda Diduga Terlibat Penipuan dan Pemalakan di Baruga, Polisi Masih Selidiki Peran Masing-Masing

waktu baca 2 menit

Deliksultra.com, Kendari – Kepolisian Sektor (Polsek) Baruga saat ini tengah menyelidiki dugaan keterlibatan empat pemuda dalam kasus penipuan dan pemalakan yang marak terjadi di wilayah hukum mereka. Empat pria berinisial D, G, T, dan A diduga kerap menjalankan aksinya dengan sasaran masyarakat sekitar.

Wakapolsek Baruga AKP Richard H. Sihombing mewakili Kapolsekta Baruga AKP Marjuni mengungkapkan bahwa meski sudah ada beberapa laporan lisan dari warga, belum ada yang membuat laporan resmi.

“Sudah ada laporan secara lisan dari masyarakat, namun ketika diminta membuat pengaduan resmi, mereka urung karena kerugian dinilai kecil, sekitar ratusan ribu hingga dua juta rupiah,” jelasnya.

Kasus ini mencuat setelah seorang pria melapor menjadi korban penipuan bermodus layanan “booking out” (BO) melalui aplikasi MiChat. Korban mengaku telah mentransfer uang sebesar Rp900 ribu untuk jasa yang disepakati melalui aplikasi tersebut. Namun setelah uang diberikan, dua wanita yang semula menemui korban menghilang dari lokasi.

“Korban diarahkan ke sebuah penginapan di wilayah Baruga. Di sana ia bertemu dua perempuan, salah satunya mengaku bernama Echa. Setelah uang diserahkan, Echa pergi dan rekannya juga kemudian menghilang,” ujar Richard.

Tak berhenti sampai di situ, korban kembali dihubungi oleh seorang pria yang mengaku bernama Tompel. Pria ini diduga sebagai koordinator yang mengatur para wanita melalui aplikasi. Korban diarahkan lagi ke hotel berbeda dan kembali dimintai uang sebesar Rp500 ribu.

Kepolisian mengamankan dua perempuan yang diduga terlibat dalam aksi ini. Dalam pemeriksaan awal, mereka mengaku hanya menjalankan perintah dari seseorang berinisial T, yang diyakini sebagai pelaku utama di balik praktik ini.

“T adalah orang yang menjalankan akun MiChat dan memberi arahan kepada para wanita. Korban berkomunikasi dengan akun tersebut, lalu diarahkan bertemu perempuan lain,” kata Richard.

Pihak kepolisian menyatakan akan terus mendalami peran para pemuda yang diduga terlibat dan membuka kemungkinan adanya pelaku lain. Masyarakat pun diimbau untuk lebih waspada terhadap modus penipuan digital, khususnya yang melibatkan aplikasi komunikasi.

Reporter : Andri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *