Aksi Jilid II di Kejati Sultra Soroti Peran Kepala Wilker dalam Dugaan Tambang Ilegal Kolut

waktu baca 2 menit

Deliksultra.com, Kendari – Sekelompok massa kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis 15 Mei 2025, sebagai bagian dari Aksi Jilid II yang sebelumnya telah dilakukan pada pekan lalu.

Koordinator lapangan aksi, Dimas, menyampaikan bahwa aksi tersebut bertujuan untuk kembali mengingatkan sekaligus memberikan dukungan kepada Kejati Sultra agar serius dan konsisten dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu, khususnya terkait dugaan aktivitas pertambangan ilegal di wilayah Kolaka Utara (Kolut).

“Kami datang kembali hari ini untuk mengingatkan Kejati Sultra agar tetap tegak lurus dan serius menangani kasus dugaan tambang ilegal di Kolut. Ini adalah aksi lanjutan dari aksi sebelumnya yang kami gelar pekan lalu,” ujarnya.

Selain menyuarakan desakan agar penegakan hukum berjalan secara transparan dan adil, massa juga menyampaikan sejumlah informasi tambahan kepada pihak kejaksaan. Salah satunya adalah terkait dugaan keterlibatan sejumlah oknum yang dinilai masih belum tersentuh oleh proses hukum.

“Masih ada beberapa pihak yang menurut kami harusnya turut dimintai pertanggungjawaban. Contohnya, kepala wilayah kerja (wilker) yang hingga kini masih berstatus saksi, padahal Syahbandar sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Ini menimbulkan tanda tanya besar bagi kami,” ujar Dimas.

Menurut Dimas, posisi dan tanggung jawab antara Syahbandar dan kepala wilker seharusnya menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dalam urusan pengawasan dan pengendalian aktivitas tambang. Oleh karena itu, ia menilai bahwa keduanya seharusnya memiliki beban tanggung jawab hukum yang sama.

Massa aksi pun berharap Kejati Sultra dapat segera menindaklanjuti laporan dan informasi tambahan yang mereka sampaikan, serta menjamin bahwa penegakan hukum dilakukan secara adil dan menyeluruh.

Reporter : Andri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *