Kasus Curanmor Mandek, Warga Kolaka Merasa Laporannya Tak Dianggap

waktu baca 2 menit

Deliksultra.com, Kolaka – Dua laporan dugaan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang diajukan seorang warga Kolaka, Ismayani (29), ke Polres Kolaka hingga kini belum menunjukkan perkembangan signifikan. Ia mengaku kecewa dan merasa diabaikan dalam proses penanganan kasus tersebut.

Ismayani mengatakan, bahwa laporan pertamanya dilayangkan pada Jumat, 31 Mei 2024. Dalam kejadian tersebut, sepeda motor miliknya dengan nomor polisi DT 2588 SB dipinjam oleh seorang pria namun tidak pernah dikembalikan.

“Alasannya motor cuma mau dipinjam, tapi sampai sekarang tidak dikembalikan,” ujarnya, Sabtu (14/6/2025).

Laporan kedua disampaikan pada Jumat, 11 April 2025. Kali ini, motor yang hendak ia jual justru dibawa kabur oleh seorang pria dengan modus pura-pura ingin mengecek kondisi kendaraan sebelum transaksi. Pelaku sempat meninggalkan tas sebagai jaminan, yang belakangan diketahui kosong.

“Pelaku tinggalkan tas, katanya sebagai jaminan. Ternyata tidak ada isinya. Motor dibawa lari sampai sekarang,” beber Ismayani.

Ia menyesalkan lambannya respons pihak kepolisian terhadap kedua laporannya. Menurutnya, selama ini ia yang aktif menghubungi dan mendatangi kantor polisi untuk menanyakan perkembangan kasus.

“Saya yang terus hubungi penyidik. Kadang habis waktu bolak-balik ke Polres tapi hasilnya nihil, cuma disuruh tunggu saja,” katanya.

Kekecewaan Ismayani semakin memuncak saat mengetahui laporan kehilangan motor milik temannya pada 8 Juni 2025 mendapat respons lebih cepat. Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi temannya tersebut.

“Temanku cepat sekali ditangani, langsung dicek ke TKP. Saya dua kali lapor, tidak pernah ada yang datang lihat tempat kejadiannya. Jangan sampai kita harus viral dulu baru ditindak,” kesalnya.

Menanggapi hal itu, Kasi Humas Polres Kolaka Iptu Dwi Arif menjelaskan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan atas dua laporan tersebut.

“Untuk laporan pertama, kami sedang koordinasi dengan tim yang menangani. Dugaan pelaku berinisial A sedang kami telusuri. Untuk laporan kedua, rekaman CCTV tidak jelas dan pelaku diduga berada di luar wilayah Sultra,” jelas Dwi.

Ia meminta korban bersabar dan mempercayakan penanganan kasus kepada pihak kepolisian. “Kasusnya masih dalam tahap penyelidikan. Kami tetap berupaya untuk menangkap pelaku,” pungkasnya.

Reporter : Andri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *