Alumni MAN Insan Cendekia Kendari Raih Dua Beasiswa Internasional, Tempuh Studi dari Turki hingga Italia
Deliksultra.com, Kendari – Alumni Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Kendari kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Wa Izzah Azzahra, lulusan angkatan V tahun 2023, berhasil menorehkan prestasi akademik dengan meraih dua program beasiswa bergengsi, yakni Türkiye Scholarships dari Pemerintah Turki dan Erasmus+ dari Uni Eropa.
Usai menyelesaikan pendidikan di MAN Insan Cendekia Kendari, Wa Izzah diterima di Hacettepe University, Turki, melalui program Türkiye Scholarships. Beasiswa penuh tersebut mengantarkannya menempuh pendidikan di Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Geologi.
Sebelum mengikuti perkuliahan reguler, ia diwajibkan menjalani program persiapan bahasa Turki. Berkat kerja kerasnya, Wa Izzah mampu menyelesaikan program tersebut hanya dalam delapan bulan dengan capaian tingkat kemahiran bahasa Turki level C1.
Memasuki tahun akademik 2024, Wa Izzah mulai menjalani studi sarjananya di Hacettepe University. Prestasi akademik yang konsisten membuatnya berhasil memperoleh kesempatan mengikuti program Erasmus+ International Credit Mobility, sebuah program pertukaran mahasiswa yang didanai Uni Eropa.
Melalui program tersebut, Wa Izzah menjalani perkuliahan selama lima bulan, sejak Februari hingga Juli 2026, di Department of Earth Sciences, Sapienza University of Rome, Italia. Seluruh mata kuliah yang diikutinya dapat dikonversi sebagai bagian dari studi di kampus asalnya di Turki.
Sapienza University of Rome sendiri merupakan salah satu universitas tertua dan paling bergengsi di Eropa. Berdiri sejak 1303, kampus ini dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan dan riset terbaik dunia dengan lebih dari 120 ribu mahasiswa serta masuk dalam jajaran universitas terbaik dunia versi QS World University Rankings.
Selama mengikuti program Erasmus+, Wa Izzah mendapat kesempatan belajar di bawah bimbingan Prof. Carlo Doglioni, ilmuwan geodinamika terkemuka dunia yang juga menjabat Wakil Presiden Accademia Nazionale dei Lincei serta Guru Besar Geodinamika di Sapienza University of Rome.
Pengalaman belajar di Italia juga mempertemukannya dengan akademisi dari berbagai negara, termasuk Italia dan Amerika Serikat, sehingga memperluas wawasan ilmiah sekaligus jejaring akademik internasional.
Wa Izzah mengungkapkan, proses seleksi Erasmus+ dilakukan secara internal oleh kampus. Setiap jurusan hanya memiliki kuota terbatas.
“Program Erasmus+ ini merupakan kerja sama antar kampus di Eropa dan beberapa kampus di luar Eropa. Seleksinya dilakukan secara internal kampus dan setiap jurusan memiliki kuotanya masing-masing. Untuk jurusan saya hanya tersedia satu kuota setiap semester. Penilaiannya berdasarkan kemampuan bahasa Inggris dan IPK,” ujar Wa Izzah.
Ia mengatakan, mempertahankan prestasi akademik menjadi tantangan utama agar dapat bersaing memperoleh kesempatan tersebut.
“Karena hanya ada satu kuota, saya harus terus menjaga bahkan meningkatkan IPK setiap semester. Selisih nilai sedikit saja bisa mengubah peringkat saat seleksi,” katanya.
Menurut Wa Izzah, tantangan terbesar justru muncul saat mengurus dokumen keberangkatan ke Italia.
“Proses pengurusan visa cukup menantang karena saya merupakan warga negara asing yang tinggal di Turki. Banyak dokumen yang harus dipersiapkan dari Indonesia. Dukungan orang tua dan dosen pembimbing sangat membantu hingga seluruh proses berjalan lancar,” ungkapnya.
Ia mengaku telah memiliki impian melanjutkan pendidikan di Turki sejak masih duduk di bangku SMP.
“Sejak kecil orang tua sudah mengenalkan saya tentang pendidikan di Turki. Saat SMA saya mulai mencari informasi sendiri dan semakin yakin melanjutkan kuliah di sana karena kualitas pendidikan dan lingkungannya sangat mendukung mahasiswa,” ujarnya.
Bagi Wa Izzah, pengalaman belajar di Italia memberinya gambaran lebih luas mengenai peluang pengembangan ilmu geologi di masa depan.
“Melalui program ini saya bisa belajar langsung dari profesor-profesor ternama dan melihat peluang pengembangan bidang yang saya tekuni. Pengalaman ini membantu saya menentukan arah pendidikan yang ingin saya lanjutkan ke jenjang berikutnya,” katanya.
Ia pun berpesan kepada generasi muda agar tidak ragu mengejar mimpi.
“Jangan pernah takut bermimpi tinggi. Ambil setiap kesempatan yang ada, percaya pada kemampuan diri sendiri, berdoa, berusaha semaksimal mungkin, dan selalu meminta restu orang tua serta guru. Insya Allah tidak ada yang tidak mungkin,” pesannya.
Ditempat berbeda, Wakil Kepala MAN Insan Cendekia Kendari, Asni, mengatakan potensi Wa Izzah sudah terlihat sejak menjadi siswa.
“Sejak kelas X, Wa Izzah sudah menunjukkan kemampuan akademik yang sangat baik. Ia aktif dalam proses pembelajaran, kritis, dan tidak ragu menyampaikan pendapat,” kata Asni.
Selain berprestasi di kelas, Wa Izzah juga aktif sebagai Sekretaris Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM). Pada 2022, ia meraih Juara III Kompetisi Sains Nasional (KSN) tingkat Kota Kendari bidang Kebumian dan berhasil menjadi Juara I KSN tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara sehingga mewakili daerah pada tingkat nasional.
Asni menilai rasa ingin tahu yang tinggi menjadi salah satu kekuatan utama Wa Izzah.
“Ia memiliki kemampuan berpikir logis, rasa ingin tahu yang tinggi, serta kreativitas yang luar biasa. Karakter seperti inilah yang membawanya mampu bersaing di tingkat internasional,” ujarnya.
Menurut Asni, MAN Insan Cendekia Kendari terus memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh siswa untuk berkembang melalui pembinaan intensif, khususnya pada bidang Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan Kompetisi Sains Madrasah (KSM).
“Setiap prestasi yang diraih siswa menjadi motivasi bagi siswa lainnya. Kami berharap Wa Izzah dapat terus menyelesaikan studinya dengan baik dan kelak menjadi kebanggaan orang tua, almamater, serta memberikan manfaat bagi bangsa dan negara,” tuturnya.
Ia menambahkan, motto MAN Insan Cendekia Kendari adalah “Belajar, belajar, dan belajar”, sebagai semangat untuk terus melahirkan generasi yang unggul di bidang akademik maupun nonakademik.
Keberhasilan Wa Izzah Azzahra menempuh pendidikan dari Kendari, Turki hingga Italia menjadi bukti bahwa pelajar asal Sulawesi Tenggara mampu bersaing di tingkat global. Prestasi tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berani mengejar peluang pendidikan internasional melalui kerja keras, penguasaan bahasa asing, dan semangat belajar yang tinggi.
Reporter : Dandi







