Nur Alam Tekankan STEM dan Integritas untuk Bekal Lulusan Unsultra Hadapi Masa Depan
Deliksultra.com, Kendari – Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Tinggi Sulawesi Tenggara (Unsultra), Dr H Nur Alam, SE MSi, meminta para lulusan Unsultra tidak berhenti pada pencapaian akademik setelah menyelesaikan pendidikan di bangku kuliah.
Menurutnya, gelar yang diperoleh saat wisuda harus menjadi modal awal bagi lulusan untuk mengambil peran lebih besar di tengah masyarakat. Karena itu, kemampuan berpikir kritis, beradaptasi dengan teknologi, berinovasi dan tetap menjunjung nilai kemanusiaan dinilai menjadi bekal penting menghadapi tantangan ke depan.
Pesan tersebut disampaikan Nur Alam dalam arahannya kepada civitas akademika dan para wisudawan Unsultra. Ia juga menyoroti pentingnya memperkuat hubungan antarunsur di lingkungan perguruan tinggi sebagai bagian dari upaya membangun tata kelola universitas yang semakin baik.
Ia menilai, sinergi antara dewan pembina, pengurus yayasan dan jajaran pimpinan universitas diperlukan agar berbagai kebijakan maupun program kerja dapat berjalan secara terarah serta tetap berada dalam koridor regulasi.
“Upaya ini dilakukan untuk memastikan Unsultra tetap teguh menjaga standar tata kelola perguruan tinggi yang transparan, akuntabel, dan berintegritas,” tegas Nur Alam.
STEM Bukan Sekadar Ilmu
Dalam arahannya, mantan Gubernur Sulawesi Tenggara itu kemudian memperkenalkan cara pandang STEM yang menurutnya tidak semata-mata berkaitan dengan Science, Technology, Engineering, and Mathematics.
Bagi Nur Alam, konsep tersebut juga dapat dijadikan sebagai kerangka berpikir dalam menghadapi kehidupan.
Pada aspek Science, ia mengajak lulusan membiasakan diri mengambil keputusan berdasarkan fakta dan bukti. Pesan itu dinilai semakin relevan di tengah derasnya informasi, pengaruh algoritma media sosial dan perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Menurut dia, persoalan masyarakat saat ini bukan lagi sekadar bagaimana mendapatkan informasi, tetapi bagaimana menentukan informasi yang benar dan dapat dipercaya.
“Saya berharap lulusan Unsultra bukan hanya berpendidikan, tetapi mampu berpikir kritis. Jangan mudah percaya hanya karena sesuatu itu viral atau banyak orang mengatakannya,” tegasnya.
Nur Alam juga mengingatkan bahwa kemampuan berpikir kritis harus dibarengi dengan sikap terbuka. Seseorang, kata dia, harus siap menerima kenyataan meskipun fakta tersebut tidak sesuai dengan pandangan yang sebelumnya diyakini.
“Berpikir kritis berarti bersedia mengikuti kebenaran, bahkan ketika kebenaran itu memaksa kita untuk mengakui bahwa kita keliru,” tambah Nur Alam.
Sementara pada aspek Technology, ia mendorong lulusan agar tidak hanya menjadi konsumen perkembangan teknologi. Teknologi harus ditempatkan sebagai instrumen yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan sesuatu yang produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Lulusan Diminta Tak Berhenti pada Gelar
Nur Alam menegaskan, keberhasilan seorang lulusan tidak semestinya hanya dilihat dari pencapaian pribadi. Ukuran lainnya adalah kemampuan membawa manfaat bagi lingkungan dan orang lain.
“Ini bukan hanya tentang seberapa tinggi kita bisa naik, tetapi tentang seberapa banyak yang bisa kita bawa naik bersama kita,” tegas Dr. Nur Alam di hadapan ratusan wisudawan, wisudawati, serta para orang tua dan tamu undangan yang hadir.
Ia menyebut momentum wisuda sebagai titik awal memasuki fase kehidupan yang berbeda. Setelah menyelesaikan pendidikan, para lulusan akan berhadapan langsung dengan persoalan masyarakat sekaligus memiliki kesempatan bersaing di tingkat yang lebih luas, termasuk kancah global.
Karena itu, lulusan Unsultra diharapkan mampu memadukan pengetahuan dari berbagai bidang dengan kreativitas, keberanian berinovasi dan kemampuan menghadapi perubahan.
Nur Alam merangkum bekal tersebut melalui dua hal penting, yakni kemampuan membangun pola pikir analitis dan inovatif serta tetap memegang teguh nilai-nilai kemanusiaan.
Ia mendorong para lulusan memiliki cara berpikir seorang ilmuwan yang kritis, keberanian berimajinasi seperti inovator, ketelitian dalam membangun sesuatu layaknya seorang insinyur, serta kemampuan melakukan perhitungan secara matang seperti matematikawan.
Namun, kemampuan akademik dan teknis, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan karakter. Integritas moral, pencarian terhadap kebenaran dan kepedulian terhadap sesama tidak boleh ditinggalkan ketika seseorang mengejar keberhasilan.
Pada kesempatan itu, Nur Alam turut menyampaikan penghargaan kepada para wisudawan dan wisudawati, orang tua, serta seluruh sivitas akademika yang telah berperan dalam mengantarkan mahasiswa menyelesaikan proses pendidikan mereka.
“Hari ini adalah hari kelulusan Anda, besok adalah hari pertama Anda membangun sesuatu. Pergilah, bangunlah, dan jadilah bagian dari generasi yang bukan hanya mampu membaca masa depan, tetapi berani menciptakannya,” pungkasnya.
Reporter : Andri







