Demo Forum Pribumi Menggugat di PN Kendari Ricuh, Sejumlah Massa Luka Diduga Dipukul

waktu baca 2 menit

Deliksultra.com, Kendari – Aksi demonstrasi yang digelar Forum Pribumi Menggugat di depan Kantor Pengadilan Negeri (PN) Kendari pada Senin (26/5) berakhir ricuh. Sejumlah peserta aksi dilaporkan mengalami luka-luka yang diduga akibat pemukulan oleh oknum petugas keamanan PN Kendari.

Aksi ini digelar untuk memprotes dugaan arogansi yang ditunjukkan oleh Kepala PN Kendari serta menolak rencana eksekusi terhadap lahan eks PGSD di Kota Kendari. Situasi sempat memanas saat terjadi aksi saling dorong antara massa dan petugas keamanan yang berjaga di lokasi.

Pantauan di lapangan menunjukkan massa mendesak agar Kepala PN Kendari keluar menemui mereka. Namun hingga beberapa jam aksi berlangsung, tuntutan tersebut tidak dipenuhi.

Dedi Walengeke, perwakilan dari keluarga ahli waris lahan eks PGSD, membenarkan adanya peserta aksi yang terluka. Ia menyebut pemukulan dilakukan oleh seseorang yang diduga pegawai PN Kendari.

“Memang ada yang luka, dipukul oleh oknum dari PN Kendari. Orangnya sudah kami tandai, tapi kami belum tahu namanya,” ujar Dedi saat ditemui di halaman PN Kendari.

Dedi menambahkan, pihaknya akan melaporkan insiden tersebut ke pihak kepolisian. Saat ini, korban sedang mendapat perawatan di puskesmas terdekat.

“Kami tidak akan tinggal diam. Kasus ini akan kami lanjutkan ke aparat yang berwenang,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk protes atas sikap PN Kendari yang dinilai tidak transparan dalam menyikapi persoalan lahan eks PGSD. Massa hanya ingin berdialog secara langsung untuk mencari titik terang.

“Kami datang dengan itikad baik. Tujuan kami hanya ingin berdiskusi agar persoalan ini bisa diselesaikan secara terbuka. Namun Kepala PN Kendari enggan menemui kami,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pengadilan Negeri Kendari belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden tersebut.

Reporter : Andri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *