Diduga Libatkan Oknum Polisi, Penyelundupan Solar Ilegal 10 Ton Hebohkan Warga Kolaka Utara

waktu baca 2 menit

Deliksultra.com, Kolut – Penyelundupan Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal kembali mencoreng nama institusi penegak hukum di Kolaka Utara. Kali ini, ratusan jerigen berisi solar yang diduga berjumlah hingga 10 ton diamankan setelah sebelumnya dibongkar secara sembunyi-sembunyi di kawasan perairan Desa Lambai, Kecamatan Lambai.

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan, solar tersebut merupakan milik seorang anggota kepolisian aktif berinisial U yang bertugas di wilayah Kolaka Utara. Pengiriman bahan bakar bersubsidi itu disebut-sebut berasal dari sebuah gudang di Provinsi Sulawesi Selatan dan masuk ke Kolut melalui jalur laut.

“Solarnya Pak U, disuplai dari salah satu gudang di Sulsel,” ungkap sumber terpercaya yang enggan disebutkan identitasnya kepada wartawan.

Warga setempat yang sempat menyaksikan aktivitas bongkar muat juga mengaku heran dengan keberanian pelaku, terlebih dugaan kuat keterlibatan aparat dalam praktik ilegal tersebut.

Modus Lama, Masih Ampuh

Penyelundupan ini diduga menggunakan metode klasik namun tetap efektif: memanfaatkan kapal ferry dan perahu-perahu kecil melalui rute perairan terpencil yang sulit dijangkau pengawasan. Aksi ini pun menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya kerugian besar terhadap keuangan negara serta terganggunya distribusi energi, terutama di wilayah yang memang masih bergantung pada suplai solar.

“Ini bukan soal satu-dua jerigen, ini skala besar dan terorganisir,” ujar warga lainnya yang meminta agar aparat penegak hukum segera bertindak.

Oknum U Membantah

Saat dikonfirmasi, oknum polisi berinisial U tidak memberikan klarifikasi tegas terkait kepemilikan solar tersebut. “Belum tentu itu barangnya adek,” ujarnya singkat ketika dihubungi wartawan.

Bukan Kasus Pertama

Kasus serupa sebenarnya pernah terjadi sebelumnya. Pada tahun 2013, Polres Kolaka Utara berhasil mengamankan sebanyak 177 jerigen solar atau setara 6 ton dari sebuah rumah kosong di Desa Lambai. Pola dan lokasi kejadian yang hampir serupa memunculkan dugaan bahwa jaringan penyelundupan ini telah beroperasi sejak lama.

Masyarakat kini menanti langkah tegas dari aparat penegak hukum, khususnya Kepolisian dan Kejaksaan, untuk mengusut tuntas kasus ini secara transparan dan profesional.

Reporter : Andri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *