Insiden Berdarah di Tambang Ilegal Bombana, Warga Tertembak Diduga Oknum Brimob

waktu baca 3 menit

Deliksultra.com, Bombana – Seorang warga dilaporkan tertembak peluru tajam di lokasi penambangan batu cinnabar atau tembaga ilegal di Desa Wambarema, Kecamatan Poleang Utara, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (8/1/2026). Korban diduga ditembak oleh oknum anggota Brimob Polri.

Dilangsir dari Fajartimur.com News, korban berinisial J (53), warga Desa Rompu-rompu, mengalami luka tembak di bagian kaki kanan dan saat ini menjalani perawatan medis di RSUD Tanduale Bombana. Korban diketahui bekerja sebagai pengawas di lokasi penambangan ilegal tersebut.

Berdasarkan keterangan Aldi Prayoga alias Yoga, adik korban, peristiwa terjadi sekitar pukul 11.00 WITA. Saat itu, lima orang yang diduga anggota Brimob dan warga sipil mendatangi lokasi tambang menggunakan satu unit mobil Toyota Hilux double cabin warna silver serta satu mobil Xenia berwarna merah.

“Dua orang sipil tetap berada di area puncak, sementara tiga orang lainnya turun ke lokasi tambang dengan membawa dua pucuk senjata api,” ungkap Yoga.

Setibanya di lokasi, ketiga pria bersenjata tersebut menyisir area penambangan dan memberikan imbauan kepada para penambang agar menghentikan aktivitas dan meninggalkan lokasi dalam waktu sekitar 10 menit. Imbauan tersebut disertai tembakan peringatan ke udara.

Situasi kemudian memanas ketika korban bersama beberapa rekannya mendatangi ketiga orang tersebut di dekat pondok tenda masyarakat. Korban bermaksud mempertanyakan tujuan kedatangan mereka serta dasar hukum tindakan penertiban yang dilakukan.

Namun, menurut keterangan saksi, salah satu dari tiga orang tersebut diduga melepaskan tembakan ke arah bawah yang mengenai kaki kanan korban. Korban pun terjatuh dan mengalami luka tembak.

Pasca penembakan, sekitar 40 warga yang berada di lokasi mendatangi ketiga pria bersenjata tersebut. Dalam kondisi emosi yang memuncak, dua orang yang diduga oknum anggota Brimob sempat diamankan warga, bahkan satu pucuk senjata api berhasil direbut. Sementara satu orang lainnya melarikan diri dengan membawa senjata yang diduga digunakan untuk menembak korban.

Sekitar pukul 13.30 WITA, personel gabungan TNI dan Polri tiba di lokasi untuk mengendalikan situasi. Dua orang yang diduga oknum anggota Brimob kemudian dievakuasi dan dibawa ke Mapolres Bombana untuk menjalani pemeriksaan. Kondisi di lokasi dilaporkan kembali kondusif.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Bombana, Iptu Yudha Febry Widanarko, membenarkan adanya insiden penembakan tersebut. Ia mengatakan pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait kronologi dan keterlibatan oknum aparat.

“Sementara kita buatkan kronologinya,” ujar Yudha saat dikonfirmasi di Kendari, Kamis (8/1/2026).

Yudha juga mengonfirmasi bahwa oknum anggota yang terlibat bukan berasal dari kesatuan di wilayah Sulawesi Tenggara.

“Oknum anggotanya bukan dari Sultra,” katanya singkat.

Dalam rekaman video yang diterima redaksi, terlihat suasana mencekam sesaat setelah penembakan terjadi. Terdengar teriakan histeris warga yang menyebut korban tertembak di bagian kaki, serta tampak seorang pria berjaket yang diduga anggota Brimob diamankan oleh warga.

Hingga berita ini diturunkan, kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait motif kedatangan kelompok bersenjata ke lokasi tambang ilegal tersebut maupun status hukum oknum anggota yang terlibat.

Reporter : Andri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *