Kasus Pembunuhan Wanita di Baubau, Denpom Beberkan Motif Dua Oknum TNI

waktu baca 3 menit

Deliksultra.com, Kendari – Detasemen Polisi Militer (Denpom) 14/3 Kendari akhirnya mengungkap motif di balik pembunuhan seorang wanita di Kota Baubau yang melibatkan dua oknum anggota TNI. Kasus yang sempat memunculkan berbagai spekulasi di media sosial itu kini mulai terang, setelah pihak Denpom memastikan pembunuhan dipicu persoalan kehamilan dan tuntutan pertanggungjawaban dari korban.

Diketahui, dua anggota TNI berinisial Prada Y (19) dan Prada Z (19) diduga menghabisi nyawa seorang wanita bernama Waode Nur Kiki alias Kiki (23) pada Sabtu (20/12/2025). Usai dibunuh, jasad korban dibuang di bawah jembatan dalam kondisi mengenaskan, dengan tubuh terbakar serta mengalami luka robek dan memar di sejumlah bagian.

Di media sosial, sempat beredar informasi yang menyebutkan bahwa kedua oknum TNI tersebut diduga kepergok korban dalam kondisi ‘tidak normal’, sehingga terjadi cekcok yang berujung pada pembunuhan. Namun, informasi tersebut akhirnya diluruskan oleh pihak Denpom.

Komandan Detasemen Polisi Militer 14/3 Kendari, Letkol CPM Hariyadi Budaya Pela, mengungkapkan motif pembunuhan yang dilakukan dua anggotanya tersebut.

“Motifnya karena pacarnya hamil jadi (korban) minta pertanggungjawaban mas,” ujar Letkol CPM Hariyadi Budaya Pela.

Hariyadi menjelaskan, hingga kini pihaknya masih terus mengembangkan pemeriksaan terhadap kedua pelaku yang saat ini berada dalam pengawasan ketat Denpom Kendari. Selain itu, Denpom juga masih menunggu hasil autopsi dari rumah sakit sebelum merilis hasil pemeriksaan secara menyeluruh.

“Kami tunggu hasil autopsi ya mas, informasi masih kami dalami mas ,” ujar Hariyadi.

Kronologi Penemuan Jasad

Kasus ini bermula dari penemuan jasad seorang wanita di aliran kali Kota Baubau pada Minggu (21/12/2025) sekitar pukul 12.30 Wita. Korban ditemukan tanpa busana di bawah jembatan Kelurahan Lakologou, Kecamatan Kokalukuna, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Korban diketahui merupakan warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian.

Berdasarkan keterangan kepolisian, jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang pengendara sepeda motor yang saat itu hendak beristirahat di sekitar lokasi. Melihat kondisi mencurigakan, saksi mendekati tempat kejadian perkara (TKP) dan merekam kondisi korban serta lingkungan sekitar.

“Dia lalu melapor ke kami, kami kemudian menurunkan anggota menuju TKP sambil berkomunikasi dengan Polres,” ujar Kapolsek Kokalukuna Iptu Rahmansyah.

Setelah laporan diterima, penyelidikan awal dilakukan oleh Polres Baubau dengan memeriksa sejumlah saksi. Namun, pada Senin (22/12/2025), pihak kepolisian terkesan tidak lagi memberikan perkembangan informasi terkait kasus tersebut.

Belakangan terungkap bahwa dua terduga pelaku merupakan oknum anggota TNI, sehingga penanganan kasus ini kemudian diambil alih oleh Subdenpom Kota Baubau. Denpom 14/3 Kendari pun memastikan telah memeriksa dua orang saksi yang juga merupakan terduga pelaku.

“Sudah diperiksa pak, sekarang sudah kami ambil alih penyelidikan dari pihak Polres untuk ditangani Denpom,” ujar Hariyadi.

Hariyadi menambahkan, kedua terduga pelaku berinisial Prada Y (19) dan Prada Z (19) kini masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik TNI.

“Hasil sementara mereka (pelaku dan korban) ini pacaran, pelaku inisial Y dan korban pacaran,” ujar Hariyadi.

Temuan Awal Polisi

Sementara itu, Kota Baubau sempat digegerkan dengan penemuan mayat wanita tanpa busana di aliran kali tersebut. Kasi Humas Polres Baubau, IPTU Rino Asnan, membenarkan penemuan jasad tersebut dan menyebutkan adanya sejumlah luka mencurigakan pada tubuh korban.

“Dari visum sementara, ditemukan luka bakar, luka robek di bagian leher, serta luka di kepala yang diduga akibat benturan benda tumpul,” ungkapnya.

Selain itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, di antaranya botol bekas berisi sisa bahan bakar minyak (BBM) serta pakaian dalam wanita yang telah terbakar.

Jasad korban pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 12.30 Wita, dengan kondisi tubuh sudah membusuk dan mengalami sejumlah luka yang menguatkan dugaan adanya tindak kekerasan sebelum korban meninggal dunia.

Reporter : Andri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *