Mahasiswa Ilmu Komunikasi UHO Edukasi Siswa SMPN 9 Kendari tentang Pencegahan Hoaks dan Cyberbullying

DelikSultra.com
3 Min Baca
Mahasiswa Ilmu Komunikasi UHO Edukasi Siswa SMPN 9 Kendari tentang Pencegahan Hoaks dan Cyberbullying

Deliksultra.com, Kendari - Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Halu Oleo (UHO), melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk *“Pemanfaatan Platform X (Twitter) dalam Edukasi Pencegahan Hoaks dan Perundungan Daring (Cyberbullying) pada Siswa SMPN 9 Kendari.”* Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Google Meet pada Jumat, 16 Oktober 2026, pukul 15.00–16.00 WITA, dengan diikuti 30 siswa kelas VII dan IX serta didampingi seorang guru.

Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi literasi digital kepada siswa agar lebih kritis dalam menerima informasi, mampu mengenali hoaks, serta memahami cara mencegah dan menghadapi perundungan di ruang digital. Pelaksanaan secara daring dilakukan dengan menyesuaikan kebijakan pembelajaran jarak jauh di Kota Kendari akibat penurunan kualitas udara yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan.

Dalam kegiatan tersebut, materi disampaikan oleh Siti Kamaria dan Septia Tania Saputri melalui presentasi edukatif yang membahas dua topik utama, yaitu pencegahan hoaks dan pencegahan *cyberbullying*. Materi pertama mengajak siswa mengenali ciri-ciri hoaks, memahami dampak penyebaran informasi palsu, serta memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya kepada orang lain.

Siswa diperkenalkan dengan lima langkah sederhana untuk mencegah penyebaran hoaks, yaitu *Baca, Periksa, Bandingkan, Konfirmasi, dan Jangan Menyebarkan*. Langkah tersebut dijelaskan melalui contoh kasus pesan WhatsApp yang menyatakan bahwa sekolah diliburkan tanpa konfirmasi resmi dari pihak sekolah. Melalui contoh ini, siswa diajak memahami pentingnya memastikan informasi kepada wali kelas atau pihak sekolah sebelum mempercayai dan menyebarkannya.

Materi berikutnya membahas *cyberbullying* atau perundungan daring, termasuk bentuk-bentuknya, dampak terhadap korban, serta perbedaan antara candaan dan tindakan perundungan. Siswa juga diberikan pemahaman mengenai langkah yang dapat dilakukan ketika mengalami atau menyaksikan perundungan daring, seperti tidak membalas dengan tindakan serupa, menyimpan bukti berupa tangkapan layar, memblokir dan melaporkan akun pelaku, serta meminta bantuan kepada orang tua atau guru yang dipercaya.

Platform X (Twitter) dimanfaatkan sebagai konteks edukasi untuk memperkenalkan penggunaan media sosial secara aman dan bertanggung jawab. Melalui materi tersebut, siswa dikenalkan dengan fitur keamanan digital, khususnya pemblokiran dan pelaporan akun yang mengganggu. Edukasi ini diharapkan dapat membantu siswa memahami bahwa media sosial bukan hanya sarana hiburan dan komunikasi, tetapi juga ruang digital yang memerlukan etika dan tanggung jawab.

Meskipun dilaksanakan secara daring, kegiatan ini menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam mendukung peningkatan literasi digital di lingkungan sekolah. Namun, berdasarkan laporan pelaksanaan, efektivitas kegiatan terhadap peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap siswa belum dapat diukur secara pasti karena belum tersedia data evaluasi awal dan akhir (*pre-test* dan *post-test*) maupun rekap hasil kuis.

Tim pelaksana berharap edukasi serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan metode yang lebih interaktif serta dukungan sekolah, guru, dan orang tua. Dengan demikian, siswa diharapkan semakin mampu menyaring informasi, menghindari penyebaran hoaks, menjaga etika komunikasi, serta membangun lingkungan digital yang aman, sehat, dan bebas dari perundungan.

Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa Universitas Halu Oleo dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, melalui penerapan ilmu komunikasi untuk menjawab persoalan literasi digital di kalangan pelajar.

Tentang Kegiatan

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Halu Oleo, dengan sasaran siswa SMPN 9 Kendari. Fokus kegiatan adalah edukasi pencegahan hoaks, perundungan daring (*cyberbullying*), serta pengenalan keamanan dan etika bermedia sosial melalui pemanfaatan platform X (Twitter).

Rreporter : Andri

Berita BerikutnyaSatpol PP Temukan 15 Jerigen BBM di Mobil dalam SPBU Rabam Kendari
Bagikan:

Baca Lainnya