Pembina YPT Sultra Tekankan Sinergi Civitas Akademika Unsultra
Deliksultra.com, Kendari – Di tengah memanasnya dinamika internal Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra), Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Tinggi Sulawesi Tenggara (YPT Sultra), Dr. H. Nur Alam, S.E., M.Si, turun langsung ke kampus untuk meredam kegaduhan yang belakangan mencuat ke ruang publik.
Kehadiran Nur Alam dikemas dalam agenda silaturahmi bersama pimpinan dan civitas akademika Unsultra yang berlangsung di Gedung WTC Unsultra, Senin (19/1/2026). Pertemuan ini dihadiri jajaran pimpinan universitas, mulai dari Pelaksana Tugas (Plt) Rektor, wakil rektor, dekan dan direktur, kepala lembaga, ketua program studi, dosen, tenaga kependidikan, hingga perwakilan organisasi mahasiswa.
Dalam forum tersebut, Nur Alam menekankan pentingnya soliditas dan sinergi seluruh civitas akademika agar Unsultra tidak terseret konflik internal yang berpotensi menghambat roda akademik. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi harus dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel, bukan atas dasar kepentingan personal maupun kelompok tertentu.
“Silaturahmi ini menjadi momentum untuk menyatukan kembali visi dan semangat bersama agar Unsultra tetap berjalan di rel akademik,” ujar Nur Alam.
Ia juga mengingatkan seluruh elemen kampus untuk menjaga iklim akademik yang kondusif dan menghindari kegaduhan baru. Menurutnya, polemik yang dibiarkan berlarut-larut hanya akan merusak citra kampus di mata publik.
Secara tegas, Nur Alam menyatakan Unsultra bukan milik individu atau kelompok mana pun, melainkan milik masyarakat Sulawesi Tenggara yang harus dijaga marwah dan keberlanjutannya.
“Unsultra bukan milik pribadi siapa pun. Kampus ini adalah milik masyarakat Sulawesi Tenggara. Secara kelembagaan, ada mekanisme pengendalian yang wajib dihormati,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa seluruh urusan legalitas dan kebijakan strategis yayasan merupakan tanggung jawab pembina. Sementara pengawas, pengurus yayasan, dan penyelenggara pendidikan memiliki tugas dan kewenangan masing-masing yang harus dijalankan secara terstruktur sesuai ketentuan.
“Keputusan yang sudah ditetapkan secara kelembagaan harus dilaksanakan bersama demi keberlanjutan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Unsultra,” pungkasnya.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi titik balik untuk meredam polemik internal, menjaga stabilitas kampus, serta memastikan Unsultra tetap fokus menjalankan fungsi pendidikan tinggi bagi masyarakat Sulawesi Tenggara.
Reporter : Andri







