Pemkot Kendari Gelar Retret 3 Hari untuk OPD dan Camat, Bangun Budaya Kerja yang Lebih Humanis

waktu baca 2 menit

Deliksultra.com, Kendari – Pemerintah Kota Kendari akan menggelar retret selama tiga hari, mulai 1 hingga 3 Agustus 2025, yang diikuti seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat se-Kota Kendari. Kegiatan ini dipusatkan di kawasan alam terbuka Kebun Raya Kendari dan dirancang sebagai momen penyegaran sekaligus konsolidasi internal pemerintahan.

Retret ini bukan sekadar agenda pelatihan atau evaluasi kerja biasa. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang refleksi mendalam dan penguatan nilai-nilai pelayanan publik berbasis empati dan kebersamaan.

“Kita ingin birokrasi yang bukan hanya solid secara teknis, tetapi juga saling memahami dan bekerja dengan hati. Retret ini adalah ruang untuk menyatu dan memperkuat semangat melayani,” kata Wali Kota Siska dalam keterangannya, Kamis (31/7/2025).

Kebun Raya Kendari dipilih sebagai lokasi bukan tanpa alasan. Suasananya yang asri dinilai ideal untuk memunculkan ketenangan dan pemikiran reflektif. Lebih dari itu, pemerintah kota juga ingin mendorong pemanfaatan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata edukatif dan ruang publik yang membumi.

“Ini bagian dari komitmen kita membangun kesadaran lingkungan. Dengan membawa OPD ke sini, kita juga sedang menghidupkan kawasan ini agar makin dikenal dan dicintai,” ujar Siska.

Kegiatan retret akan diawali dengan arak-arakan unik: para peserta mengenakan seragam khusus, diberangkatkan menggunakan truk dari Balai Kota, dan berjalan kaki menuju lokasi dengan sambutan marching band—sebagai simbol semangat gotong royong dan kebanggaan terhadap budaya lokal.

Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, yang turut mendukung penuh kegiatan ini, menyebut retret serupa sebelumnya telah diikutinya bersama Wali Kota di Magelang, Jawa Tengah, dan membawa pengalaman yang sangat positif.

“Pengalaman itu ingin kami bawa ke Kendari. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tapi langkah pembentukan kultur kerja yang lebih hidup,” kata Sudirman.

Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, juga menegaskan bahwa seluruh peserta diwajibkan mengikuti rangkaian kegiatan hingga tuntas. Bahkan, program ini akan berlanjut dengan retret lanjutan khusus untuk para lurah.

“Ini adalah transformasi budaya birokrasi. Kita ingin pelayanan publik lahir dari kesadaran, bukan hanya prosedur,” tegasnya.

Dengan pendekatan yang unik dan menyentuh aspek emosional para aparatur, retret ini menjadi salah satu inovasi non-fisik Pemerintah Kota Kendari dalam membangun tata kelola yang lebih inklusif, menyenangkan, dan berorientasi pada pelayanan yang tulus.

Reporter : Andri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *