Polemik Unsultra Memanas, Ketua Pembina Soroti Peran Gubernur di Agenda Pelantikan
Deliksultra.com, Kendari – Polemik internal Yayasan Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) kembali memanas. Ketua Pembina Yayasan Unsultra, Nur Alam, menuding adanya dugaan campur tangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dalam urusan internal yayasan.
Dugaan tersebut mencuat setelah beredarnya undangan resmi Pelantikan Rektor Unsultra Periode 2025–2029 yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 31 Desember 2025 di Hotel Claro Kendari. Dalam susunan acara pelantikan itu, Gubernur Sulawesi Tenggara tercantum sebagai pihak yang akan memberikan sambutan resmi.
Menurut Nur Alam, pencantuman gubernur dalam agenda pelantikan tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan mengindikasikan adanya intervensi pemerintah daerah terhadap proses internal yayasan yang seharusnya menjadi kewenangan penuh pengurus yayasan.
“Dengan adanya undangan pelantikan yang dibuat oleh pihak Rektor Andi Bahrun bersama Saudara Yusuf, dan di dalam agendanya gubernur diberikan ruang sambutan, maka ini mengonfirmasi adanya campur tangan gubernur dalam persoalan yayasan,” kata Nur Alam, Selasa (30/12/2025).
Ia menegaskan, kehadiran gubernur dalam agenda pelantikan tersebut justru memperkuat dugaan keterlibatan pemerintah daerah dalam konflik internal Yayasan Unsultra.
“Ini membuktikan bahwa ASR ikut terseret dalam perkara internal yayasan. Tidak seharusnya pejabat publik masuk dalam ranah yang merupakan kewenangan penuh yayasan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Nur Alam mengingatkan posisi gubernur sebagai kepala daerah memiliki peran strategis sebagai penjaga stabilitas, sehingga seharusnya tidak terlibat atau menunjukkan keberpihakan dalam konflik internal lembaga pendidikan swasta.
“Seharusnya seorang gubernur tidak terlibat dalam lembaga internal yayasan. Gubernur adalah stabilisator daerah dan tidak boleh memberi keberpihakan kepada siapa pun,” tambahnya.
Ia menilai, beredarnya undangan pelantikan yang mencantumkan nama gubernur semakin memperjelas dugaan adanya keterlibatan pihak luar dalam dinamika internal Yayasan Unsultra.
Nur Alam juga menegaskan pihak yayasan akan menempuh langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan tata kelola lembaga berjalan sesuai aturan dan terbebas dari pengaruh pihak mana pun.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara maupun Gubernur ASR belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan tersebut. Redaksi masih berupaya menghubungi pihak terkait untuk memperoleh klarifikasi lebih lanjut.
Reporter : Andri







