Presma Unsultra Sentil Pemprov : Mahasiswa Bukan Alat Konflik
Deliksultra.com, Kendari – Presiden Mahasiswa Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) merespons surat undangan kedua dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Sekda Asrun Lio terkait fasilitasi konflik Yayasan Unsultra. Presma menegaskan agar Pemprov Sultra tidak membawa-bawa nama mahasiswa untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.
Presma Unsultra, Andi Reza Saputra, menegaskan kondisi mahasiswa tetap kondusif dan aktivitas akademik berjalan normal. Ia membantah adanya gejolak mahasiswa sebagaimana narasi konflik yang berkembang di ruang publik.
“Kami mahasiswa Unsultra kuliah baik-baik saja. Proses perkuliahan berjalan normal, tidak ada keresahan seperti yang digiring oleh pihak-pihak tertentu,” ujar Andi Reza Saputra, Senin (9/2/2026).
Menurutnya, penggunaan nama mahasiswa dalam konflik kepengurusan yayasan merupakan tindakan keliru yang berpotensi menyesatkan opini publik.
“Jangan jual nama mahasiswa Unsultra untuk kepentingan M. Yusuf maupun cawe-cawe Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. Mahasiswa tidak boleh dijadikan alat legitimasi,” tegasnya.
Andi Reza juga menyampaikan bahwa kepemimpinan Rektor Unsultra Prof. Dr. Eng. Jamhir Safani bersama Ketua Yayasan Dr. Oheo Kaimuddin Haris berjalan baik dan mampu menjaga stabilitas akademik kampus.
Ia pun meminta seluruh pihak menghentikan narasi yang mengatasnamakan mahasiswa, karena mahasiswa Unsultra ingin fokus pada pendidikan dan pengembangan diri.
“Mahasiswa bukan alat konflik, bukan komoditas, dan bukan tameng kepentingan pribadi,” pungkasnya.
Reporter : Andri







