PT Ceria Konsisten Jalankan Program Pemberdayaan Masyarakat 2020–2025 di Wilayah Ring I dan II

waktu baca 3 menit

Deliksultra.com, Kolaka – PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) menunjukkan komitmennya dalam menjalankan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) secara berkelanjutan di wilayah lingkar tambang (Ring I dan II), sejak tahun 2020 hingga 2025.

Melalui enam pilar utama, yakni pendidikan, kesehatan, kemandirian ekonomi, sosial budaya, lingkungan, dan infrastruktur. PT CNI aktif mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar area operasional, khususnya di Kecamatan Wolo dan sekitarnya.

Dalam laporan PPM 2020–2025, tercatat berbagai program strategis telah berhasil dilaksanakan:

Pendidikan

Ceria memberikan beasiswa kepada pelajar tingkat SD hingga mahasiswa S1, serta insentif bagi guru honorer. Pengembangan fasilitas pendidikan juga menjadi perhatian, seperti revitalisasi taman baca di Labuan Bajo dan pengadaan sarana perpustakaan di SMA Wolo.

Kesehatan

Sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting, PT Ceria meluncurkan program pemberian makanan tambahan berupa susu dan telur untuk balita, ibu hamil, dan lansia. Pelatihan kader posyandu juga dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dasar di desa-desa Ring I.

Ekonomi dan UMKM

Dalam mendukung ekonomi lokal, PT Ceria membina kelompok tani dan nelayan melalui pemberian alat pertanian, pelatihan pembuatan pupuk kompos, dan bantuan mesin serta perahu. UMKM lokal seperti peternak lebah madu Trigona (Sarfa Bee Farm) juga mendapatkan pelatihan branding dan pemasaran produk hingga ke tingkat nasional dan internasional.

Sosial Budaya

Program seperti Sekolah Sepak Bola Ceria, pembinaan rumah tahfiz, serta pelatihan musik bambu bagi siswa SD, merupakan bagian dari strategi membangun karakter dan budaya lokal yang berdaya.

Lingkungan

Kegiatan bersih pantai dan penanaman mangrove rutin digelar. Selain itu, Ceria memberikan bantuan tempat sampah dari drum bekas dan kendaraan pengangkut sampah sebagai solusi jangka pendek atas minimnya tempat pengolahan sampah terpadu (TPST), yang menurut data menjadi masalah mendesak di 93% desa di sekitar tambang.

Infrastruktur

Pembangunan jalan, jembatan penghubung antardesa, pemecah ombak, dan sistem drainase dilakukan di berbagai wilayah, dengan seluruh proyek di desa-desa Ring I dan II mencapai tingkat penyelesaian 100%.

Kampung Bajo Anaiwoi: CSR di Luar Wilayah Tambang

Komitmen Ceria terhadap tanggung jawab sosial tidak terbatas pada wilayah konsesi. Di luar IUP, perusahaan turut membangun Kampung Bajo di Kelurahan Anaiwoi, Kecamatan Tanggetada, melalui perbaikan rumah dan jembatan. Program ini juga bertujuan menjaga warisan budaya suku Bajo serta mengembangkan kawasan menjadi destinasi wisata baru di Kabupaten Kolaka.

Menghadapi Tantangan, Menjawab Kebutuhan

Ceria juga mengidentifikasi tiga masalah utama masyarakat sekitar tambang yang membutuhkan intervensi strategis: pengelolaan sampah (93%), tantangan di sektor pertanian (57%), dan pendidikan (57%). Ke depan, perusahaan menyusun Rencana Induk PPM 2025–2030 untuk memastikan kesinambungan pembangunan sosial pascatambang.

“Melalui PPM, kami ingin memastikan kehadiran tambang membawa manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” ungkap manajemen PT Ceria dalam dokumen resminya.

Reporter : Andri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *