Rencana Paspor Merah Putih Ditunda: Imigrasi Pilih Dengarkan Suara Rakyat

waktu baca 2 menit

Deliksultra.com, Jakarta – Harapan menyambut Hari Kemerdekaan ke-80 RI dengan paspor bergaya merah putih harus ditunda sementara. Direktorat Jenderal Imigrasi memilih menarik rem darurat atas peluncuran paspor baru tersebut yang awalnya dijadwalkan meluncur pada 17 Agustus 2025.

Penundaan ini bukan tanpa alasan. Selain mempertimbangkan efisiensi anggaran sesuai arahan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025, keputusan tersebut juga lahir dari hasil evaluasi dan aspirasi publik yang dikumpulkan secara cermat.

“Ini bukan semata soal desain, tetapi tentang kepekaan dan tanggung jawab. Kami tidak ingin simbol semata yang megah namun minim dampak nyata,” ujar Plt Dirjen Imigrasi, Yuldi Yusman dalam keterangan resminya.

Yuldi menyampaikan bahwa dalam kurun waktu setahun terakhir sejak desain paspor merah putih dikenalkan pada 17 Agustus 2024, pihaknya telah memantau lebih dari 1.600 unggahan di berbagai platform media sosial. Hasilnya, mayoritas masyarakat justru menyoroti perlunya perbaikan substansi dan kekuatan paspor Indonesia di kancah internasional, alih-alih semata perubahan tampilan.

“Publik menginginkan layanan imigrasi yang lebih baik, proses yang lebih cepat, dan sistem yang lebih canggih. Desain memang penting, tapi layanan yang efisien jauh lebih dibutuhkan,” tambah Yuldi.

Kendati proyek paspor baru ditunda, langkah-langkah penguatan tetap berjalan. Fokus Ditjen Imigrasi saat ini adalah memperkuat sistem layanan digital dan pengawasan keimigrasian yang lebih responsif dan akuntabel.

Senada dengan itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen memperkuat identitas dan keamanan paspor RI. Namun, ia mengingatkan bahwa inovasi tidak harus selalu tampak di permukaan.

“Langkah ini bukan kemunduran. Justru sebaliknya, kami menyusun pijakan yang lebih kuat agar paspor Indonesia tak hanya indah dipandang, tapi juga dihormati di dunia internasional,” kata Menteri Agus.

Dengan kebijakan baru ini, Ditjen Imigrasi berharap kepercayaan publik tetap terjaga dan arah pembangunan keimigrasian nasional bisa lebih adaptif, efisien, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Reporter : Andri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *