Smelter Ceria Disorot Usai Video Kepulan Asap Viral, Karyawan Klarifikasi: Bagian dari Proses Industri
Deliksultra.com, Kolaka – Sebuah video yang memperlihatkan kobaran api besar dan asap membumbung tinggi di area pabrik smelter Wolo tengah viral di media sosial. Video tersebut memicu kekhawatiran masyarakat dan menimbulkan beragam spekulasi, termasuk tudingan terjadinya kebakaran hebat di lokasi industri tersebut.
Menanggapi hal tersebut, salah satu karyawan lokal yang berada di lokasi saat kejadian memberikan klarifikasi lewat sebuah video. Ia menegaskan bahwa api besar yang terlihat dalam video memang benar terjadi di area tungku smelter. Namun, menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari proses normal dalam operasi peleburan nikel.
“Tungku peleburan bekerja pada suhu yang sangat tinggi. Nyala api dan asap tebal memang terlihat ekstrem, tetapi itu adalah bagian rutin dari proses industri,” jelasnya di dalam video.
Ia menambahkan bahwa situasi seperti itu tidak berbahaya selama masih dalam kendali sistem keamanan dan dijalankan sesuai dengan prosedur standar operasional (SOP). Kejadian yang terekam dalam video disebut sebagai sebuah insiden kecil, bukan kebakaran besar, dan tidak menyebabkan korban jiwa maupun ledakan.
“Yang terjadi kemarin adalah insiden teknis yang membuat nyala api lebih besar dari biasanya, sehingga asap tampak membumbung tinggi. Namun, sistem pengamanan bekerja dengan baik dan petugas teknis langsung menangani situasi dengan cepat dan profesional.” Tuturnya.
Pihak karyawan juga menyayangkan adanya oknum yang merekam dan menyebarkan video tersebut ke grup-grup WhatsApp, disertai narasi yang menyesatkan dan memicu kekhawatiran publik.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak langsung percaya pada informasi viral tanpa klarifikasi dari sumber resmi. Smelter memang tampak ekstrem, tapi seluruh proses dijalankan dengan sistem dan pengawasan yang ketat.” Pintanya.
Karyawan tersebut juga mengajak masyarakat untuk bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak turut menyebarkan informasi yang belum tentu benar, demi menjaga ketenangan dan keamanan bersama.
Reporter : Andri







