Brutal di Proyek Strategis IPIP TKA China Diduga Aniaya WNI, Korban Bersimbah Darah

waktu baca 2 menit

Deliksultra.com, Kolaka — Insiden penganiayaan yang terjadi di kawasan proyek Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP), Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), melibatkan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China dengan seorang Warga Negara Asing (WNA), terekam dalam sebuah video yang kini beredar luas di masyarakat.

Berdasarkan dokumentasi visual yang diterima redaksi, korban tampak mengalami luka serius. Dalam rekaman tersebut terlihat darah mengalir di bagian belakang leher korban. Hingga kini, identitas korban maupun detail kronologi awal kejadian masih belum diungkap secara resmi.

Rekaman video lain juga memperlihatkan seorang pria menjadi sasaran tindakan kekerasan di tengah aktivitas proyek. Sejumlah pekerja tampak berusaha melerai bentrokan yang terjadi di area konstruksi tersebut.

Tak lama setelah keributan pecah, sejumlah TKA asal China terlihat berlarian dan berhamburan meninggalkan lokasi kejadian. Mereka menyebar ke berbagai arah di dalam kawasan proyek IPIP, diduga untuk menghindari situasi yang semakin memanas.

Peristiwa tersebut sempat memicu kepanikan di lingkungan kerja IPIP, mengingat kawasan itu merupakan proyek strategis nasional yang melibatkan banyak tenaga kerja, baik lokal maupun asing.

Kapolres Kolaka, AKBP Yuda, membenarkan adanya insiden tersebut dan menyatakan bahwa pihak kepolisian telah mengamankan sejumlah terduga pelaku.

“Untuk sementara, yang terlibat dan diduga melakukan penganiayaan sudah kita amankan dua WNA. Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, apakah hanya dua orang ini atau ada tambahan lainnya,” ujar AKBP Yuda.

Ia menambahkan, kondisi keamanan di lokasi kejadian saat ini kondusif, dan sudah berjalan sebagaimana mestinya.

“Situasi saat ini kondusif. Saya juga sudah memberikan arahan. Intinya, teman-teman meminta agar pelaku lain, jika ada, tetap dikejar,” tegasnya.

Pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman guna mengungkap secara utuh kronologi kejadian serta memastikan seluruh pihak yang terlibat dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku.

Reporter : Andri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *