Aktivitas PT WIN Terhenti, Pedagang Pasar Torobulu Akui Omzet Merosot hingga 50 Persen
Deliksultra.com, Konsel – Berhentinya kegiatan operasional PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas ekonomi di sekitar Pasar Torobulu, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan.
Sejumlah pedagang menyebut kondisi pasar tidak lagi seramai ketika perusahaan tambang tersebut masih beraktivitas. Salah satu yang merasakan langsung perubahan itu adalah Wa Oba, warga Dusun I, Desa Wonuakongga, Kecamatan Laeya, yang sehari-hari berjualan nasi kuning.
Ia mengungkapkan, omzet dagangannya kini turun sekitar separuh dibandingkan saat aktivitas PT WIN masih berjalan. Padahal, sebelumnya dalam satu kali hari pasar, pendapatannya bisa menembus lebih dari Rp1 juta.
“Dampaknya sangat terasa, terutama pada perekonomian. Semenjak ada tambang, alhamdulillah hasil jualan kita dalam satu pasar minimal Rp1 juta lebih,” ujar Wa Oba.
Menurutnya, kehadiran perusahaan sebelumnya ikut menggerakkan transaksi ekonomi di kawasan Pasar Torobulu. Pedagang makanan hingga pelaku usaha kecil lainnya turut merasakan manfaat dari meningkatnya aktivitas masyarakat.
Namun situasi berubah setelah operasional PT WIN terhenti. Wa Oba mengatakan, pendapatannya saat ini jauh lebih kecil dibandingkan sebelumnya.
“Turun drastis, kira-kira 50 persen,” katanya.
Ia menilai penurunan tersebut bukan hanya dialami dirinya. Para pedagang kaki lima dan penjual lainnya yang beraktivitas di sekitar pasar juga menghadapi kondisi serupa.
“Bukan saja saya, semua penjual dan pedagang kaki lima sangat terbantu dengan adanya PT WIN,” ungkapnya.
Bagi Wa Oba, berkurangnya penghasilan turut membuat kondisi ekonomi keluarganya semakin terbatas. Dengan empat anak yang masih membutuhkan biaya pendidikan serta kebutuhan sehari-hari, penurunan omzet menjadi beban tersendiri.
“Sekarang kebutuhan sehari-hari sangat terbatas,” tuturnya.
Dampak berhentinya aktivitas perusahaan juga dirasakan keluarganya dari sisi pekerjaan. Suami Wa Oba sebelumnya bekerja di PT WIN sebagai operator penyiram. Setelah tidak lagi bekerja di perusahaan tersebut, ia harus mencari penghasilan dari pekerjaan tidak tetap.
Saat tidak memperoleh pekerjaan serabutan, sang suami memilih melaut atau mencari penghasilan dengan menggali batu.
“Suami sekarang cari kerja kecil-kecilan. Kalau tidak melaut, ya gali batu,” jelasnya.
Di tengah kondisi ekonomi yang semakin sulit, Wa Oba berharap operasional PT WIN dapat kembali dibuka. Menurutnya, keberadaan perusahaan sebelumnya tidak hanya menyediakan lapangan pekerjaan, tetapi juga ikut menghidupkan aktivitas perdagangan masyarakat sekitar.
“Harapan saya semoga PT WIN masuk kembali dan beroperasi kembali. Karena adanya PT WIN bagus, perekonomian kita mencukupi. Sangat membantu,” pungkasnya.
Reporter : Andri







