Saweran di Rutan Raha : Kenapa Petugas Titip Uang ke WBP untuk Sawer Petugas Lain?
Deliksultra.com, Raha — Polemik aksi saweran dalam lomba karaoke perayaan HUT ke-81 RI di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Raha menyisakan satu pertanyaan yang belum terjawab, yaitu, mengapa uang milik petugas justru diberikan kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP) untuk menyawer petugas lainnya?
Pertanyaan tersebut muncul setelah beredarnya video yang memperlihatkan WBP bernama Yusri Syukur alias Urid memberikan sejumlah uang kepada petugas yang sedang mengikuti lomba karaoke.
Sebelumnya, pihak Rutan Raha memberikan klarifikasi bahwa uang yang digunakan dalam aksi tersebut bukanlah uang pribadi WBP. Namun, penjelasan tersebut justru membuka persoalan lain mengenai bagaimana uang milik petugas dapat berpindah ke tangan WBP dan kemudian digunakan dalam kegiatan saweran kepada petugas.
Dalam keterangannya, Urid mengaku uang yang diberikan kepada petugas bukan miliknya. Ia menyebut uang tersebut merupakan titipan seorang petugas Rutan.
“Bahwa uang saweran yang saya kasi kepada petugas Rutan yang lomba karaoke bukan uang pribadi saya, tetapi uang petugas yang diberikan ke saya,” ujar Urid.
Pengakuan tersebut menjadi penting karena dalam dokumentasi yang diperoleh DelikSultra.com, Urid terlihat mengambil uang dari kantong celananya sebelum menyerahkannya kepada petugas yang sedang bernyanyi.
Jika benar uang tersebut merupakan milik petugas, muncul pertanyaan lanjutan, “mengapa pemberian saweran tidak dilakukan langsung oleh petugas yang memiliki uang tersebut, tetapi melalui WBP?”
Pertanyaan serupa juga berlaku terhadap WBP lainnya. Urid menyebut dirinya tidak sendiri dalam aksi tersebut. Ia mengaku WBP bernama Ono dan Ilang juga mendapatkan uang dari petugas untuk kemudian digunakan menyawer peserta lomba karaoke.
“Ono dan Ilang juga dikasi uang oleh petugas untuk menyawer petugas yang ikut lomba karaoke dengan hanya tujuan untuk menjalin kedekatan dengan hanya lucu-lucuan saja,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan adanya pola pemberian uang dari petugas kepada WBP sebelum uang tersebut kembali diberikan kepada petugas lainnya dalam bentuk saweran.
Di sisi lain, dokumentasi foto dan video yang diterima media ini memperlihatkan adanya uang tunai yang digunakan dalam kegiatan tersebut. Dalam salah satu dokumentasi, Urid tampak mengambil lembaran uang dari kantong celananya saat memberikan saweran.
Sementara itu, foto unggahan status WhatsApp seorang petugas yang diperoleh DelikSultra.com memperlihatkan sejumlah uang hasil saweran. Pecahan yang tampak didominasi Rp50.000 dan Rp100.000.
Namun, Urid membantah jika uang yang digunakan dalam aksi tersebut mencapai jutaan rupiah. Ia juga menegaskan bahwa dirinya hanya menjalankan aksi tersebut untuk memeriahkan perlombaan.
Persoalan kemudian bergeser dari sekadar berapa jumlah uang yang digunakan menjadi bagaimana mekanisme uang tersebut sampai ke tangan WBP.
Petugas Registrasi Rutan Raha, Azan Saleh, yang memberikan penjelasan didampingi petugas klinik Rutan Raha, Elty Suniarcy dan Lishadriawati, membenarkan adanya pemberian uang kepada Urid.
Azan menyebut uang tersebut merupakan miliknya secara pribadi dan diberikan kepada Urid untuk memeriahkan kegiatan lomba karaoke.
“Terkait saweran yang diberikan oleh warga binaan atas nama Urid kepada petugas Rutan Raha yang mengikuti lomba karaoke adalah uang milik saya secara pribadi, tujuan saya memberikan saweran adalah untuk memeriahkan acara,” kata Azan.
Keterangan tersebut semakin mempertegas adanya alur uang dari petugas kepada WBP, sebelum uang itu kembali diberikan kepada petugas lain yang mengikuti lomba.
Karena itu, publik kini tidak hanya mempertanyakan nominal uang dalam aksi saweran tersebut. Pertanyaan yang lebih mendasar adalah mengapa WBP dilibatkan sebagai perantara uang milik petugas dalam kegiatan yang melibatkan petugas lainnya?
Apakah praktik tersebut merupakan bagian dari mekanisme yang diperbolehkan dalam kegiatan hiburan di dalam Rutan, atau hanya spontanitas untuk memeriahkan lomba?
Terlepas dari dalih “lucu-lucuan” dan upaya menjalin kedekatan, pola tersebut tetap menyisakan pertanyaan mengenai batas interaksi antara petugas dan WBP, khususnya terkait pemberian serta penggunaan uang di lingkungan Rutan.
Publik pun menunggu penjelasan lebih jauh dari pihak Rutan Raha mengenai prosedur pemberian uang kepada WBP, pengawasan transaksi tunai di lingkungan Rutan, serta alasan uang milik petugas harus dititipkan kepada WBP untuk kemudian disawerkan kepada petugas lainnya.
Reporter : Dandi







