Polda Sultra Perkuat Mitigasi Karhutla, Jaringan Listrik Jadi Perhatian

waktu baca 3 menit

Deliksultra.com, Kendari — Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) memperketat upaya antisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang berpotensi mengancam lingkungan, aktivitas warga hingga infrastruktur vital.

Selain memperkuat kesiapan personel dan peralatan, kepolisian kini memberi perhatian terhadap kemungkinan Karhutla merambat ke kawasan sekitar jaringan serta menara transmisi listrik.

Kabid Humas Polda Sultra Kombes Pol Iis Kristian, S.I.K., Rabu (2/9/2026), mengatakan sejumlah langkah telah disiapkan untuk memastikan jajaran kepolisian mampu melakukan pencegahan maupun penanganan apabila terjadi kebakaran.

Menurutnya, kesiapan tersebut diawali dengan apel siaga yang dilaksanakan seluruh jajaran Polda Sultra. Personel Satuan Brimob dan Samapta juga mendapatkan pelatihan khusus untuk meningkatkan kemampuan dalam menghadapi Karhutla.

Pelatihan tersebut mencakup kesiapan personel sekaligus pengecekan sarana dan prasarana yang akan digunakan ketika menghadapi kondisi darurat.

Di lapangan, kepolisian meningkatkan patroli pada sejumlah kawasan yang memiliki potensi kebakaran. Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) juga dijalankan oleh masing-masing satuan wilayah sebagai langkah mendeteksi lebih awal kemungkinan munculnya titik api.

Tak hanya mengandalkan kekuatan internal, Polda Sultra membangun koordinasi dengan berbagai pihak. Pemerintah daerah, TNI, BPBD, Dinas Kehutanan, Basarnas, Manggala Agni, BMKG serta pemangku kepentingan lainnya dilibatkan dalam upaya pencegahan dan penanganan Karhutla.

Keterlibatan masyarakat turut menjadi bagian penting dalam strategi tersebut, terutama warga yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar kawasan rawan kebakaran.

Perhatian khusus juga diberikan terhadap sektor kelistrikan. Polda Sultra melakukan koordinasi dengan PLN untuk mengantisipasi dampak Karhutla terhadap instalasi dan jaringan listrik.

Langkah itu dibahas dalam pertemuan Kapolda Sultra Irjen Pol. Dr. Himawan Bayu Aji, S.H., S.I.K., M.H. bersama jajaran PLN pada Selasa (1/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut hadir Manager PLN UPT Kendari Muhammad Husen, Manager P2K Sultra Joni AH Sitorus serta Manager UP3 Kendari Hery Supriyadi.

Pembahasan difokuskan pada mitigasi potensi Karhutla serta perlindungan terhadap infrastruktur kelistrikan, termasuk jaringan dan menara transmisi. PLN menyampaikan bahwa Karhutla di sejumlah daerah pernah mencapai kawasan di sekitar menara transmisi utama sehingga langkah antisipasi dinilai perlu dilakukan sejak awal.

Polda Sultra juga meminta masyarakat tidak menggunakan api sebagai metode membuka maupun membersihkan lahan, khususnya di kawasan hutan, perkebunan dan daerah yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran tinggi.

Warga diminta segera menyampaikan laporan apabila melihat titik api atau menemukan aktivitas pembakaran yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran lebih besar.

Kepolisian menilai penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak. Selain berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan dan membahayakan keselamatan, kebakaran juga dapat mengganggu kegiatan masyarakat serta mengancam infrastruktur strategis.

“Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Polri memastikan pencegahan dan penanganan Karhutla dilakukan secara terpadu, mulai dari kesiapan personel dan sarana prasarana, pencegahan di wilayah rawan, pelibatan masyarakat, koordinasi lintas sektoral hingga penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan,” pungkas Kabid Humas.

Reporter : Dandi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *