Diduga Keracunan Menu Tuna, 58 Penerima MBG di Kendari Dilarikan ke Faskes

waktu baca 2 menit

Deliksultra.com, Kendari – Sebanyak 58 orang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Kota Kendari Baruga Watubangga, Sulawesi Tenggara, Jumat (18/9/2026).

Hingga pukul 21.23 WITA, sebanyak 54 siswa masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan. Sementara empat orang lainnya telah diperbolehkan pulang.

Puluhan korban tersebut tersebar di Puskesmas Lepo-Lepo sebanyak 23 orang, Rumah Sakit Dewi Sartika 20 orang, Puskesmas Ranomeeto tujuh orang, serta empat orang dirujuk ke RS Bahteramas.

Gejala yang dilaporkan antara lain mual, pusing dan rasa gatal pada bibir setelah mengonsumsi menu MBG.

Menu yang dibagikan pada Jumat tersebut terdiri atas nasi putih, tuna balado, tumis kol wortel, oseng tahu, dan buah kelengkeng.

Kejadian mulai diketahui sekitar pukul 14.00 WITA setelah pihak SPPG menerima laporan dari PIC SD Negeri 92 Kendari mengenai munculnya rasa gatal pada bibir saat dilakukan uji organoleptik terhadap makanan.

SPPG kemudian menginstruksikan agar makanan tidak dibagikan kepada siswa dan menarik seluruh paket MBG dari distribusi tahap terakhir.

Namun, makanan dari tahap terakhir telah dikonsumsi siswa di MA Al Askar Kendari dan MTs Al Askar Kendari.

Sekitar pukul 14.30 WITA, pihak sekolah melaporkan adanya siswa yang mengalami pusing dan mual setelah menyantap makanan. Siswa tersebut kemudian dibawa ke Puskesmas Lepo-Lepo untuk mendapatkan penanganan.

Jumlah korban selanjutnya bertambah. Berdasarkan data penanganan, sebanyak 14 orang dibawa ke Puskesmas Lepo-Lepo pada pukul 15.50 WITA, disusul 12 orang pada pukul 18.00 WITA.

Sebanyak 20 orang kemudian mendapat penanganan di RS Dewi Sartika pada pukul 18.50 WITA, sedangkan 11 orang dibawa ke Puskesmas Ranomeeto sekitar pukul 20.20 WITA.

Dari 11 pasien di Puskesmas Ranomeeto, empat orang kemudian dirujuk ke RS Bahteramas.

Sebelum kejadian, SPPG menerima 256 kilogram ikan tuna pada Kamis (17/9/2026) sekitar pukul 16.00 WITA. Bahan baku tersebut kemudian dipotong, dimarinasi dan disimpan di dalam freezer.

Dalam evaluasi awal, pihak SPPG menemukan dugaan persoalan pada penyimpanan ikan. Ikan yang telah dimarinasi disebut menumpuk dalam satu freezer sehingga ikan yang berada di bagian bawah diduga berpotensi mengalami suhu penyimpanan yang tidak aman.

Namun, penyebab pasti munculnya gejala pada para penerima manfaat masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Sampel makanan telah diambil oleh Laboratorium Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara untuk dilakukan pemeriksaan.

Pihak SPPG juga telah berkoordinasi dengan yayasan, Satgas MBG Provinsi Sultra, Satgas MBG Kota Kendari serta jajaran koordinator program untuk menangani kejadian tersebut.

Reporter : Eko Rama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *