Ridwan Bae Dorong Bendungan Fotuno Sangia untuk Atasi Kekeringan Sawah Muna Barat

waktu baca 4 menit

Deliksultra.com, Mubar – Persoalan kekeringan yang mengancam lahan pertanian menjadi salah satu perhatian dalam kunjungan Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae ke Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara, Sabtu (26/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Ridwan bersama jajaran pemerintah pusat meninjau langsung mata air Fotuno Sangia yang diproyeksikan menjadi sumber pengairan bagi areal persawahan masyarakat di Desa Sangia Tiworo, Kasimpa Jaya hingga Desa Barakkah.

Ridwan datang bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Transmigrasi RI Edi Gunawan, Direktur Pengembangan Kawasan Transmigrasi Elis Sampe Andi, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari Muhammad Harliansyah serta sejumlah pejabat terkait.

Rombongan diterima Bupati Muna Barat La Ode Darwin bersama Ketua TP PKK Muna Barat Rhika Purwaningsih Darwin, jajaran pimpinan OPD, camat, kepala desa dan masyarakat.

Ridwan menjelaskan, kehadiran jajaran Kementerian Transmigrasi dan BWS Kendari dalam kunjungan tersebut untuk melihat secara langsung kebutuhan masyarakat, terutama persoalan infrastruktur dan pengairan pertanian.

Salah satu persoalan yang mendapat perhatian ialah kondisi sawah di Desa Kasimpa Jaya yang mengalami kekurangan air. Kondisi itu berpotensi membuat tanaman padi mengalami puso.

Untuk mengatasi persoalan tersebut dalam jangka pendek, BWS Kendari sebelumnya telah menyiapkan mobil tangki air sekaligus membantu kebutuhan BBM untuk operasional mesin pompa.

Namun, solusi permanen tengah disiapkan melalui rencana pembangunan bendungan dan jaringan saluran air yang memanfaatkan sumber mata air Fotuno Sangia.

“Kami juga sudah pergi melihat mata air Fotuno Sangia. Untuk jangka panjang, kita akan membuat bendungan dan kanal. Namun, karena Fotuno Sangia masuk dalam kawasan hutan, tentu harus ada pembagian tugas,” jelasnya.

Ridwan menyebut tahapan perencanaan pembangunan akan mulai dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum melalui BWS Kendari pada 2027. Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, pembangunan fisik ditargetkan mulai pada 2028.

Ia meminta Pemerintah Kabupaten Muna Barat segera berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan untuk memastikan status kawasan hutan yang berada di sekitar mata air tersebut.

“Sehingga nantinya pembangunan konstruksi oleh BWS, mulai dari bendungan, saluran air dan fasilitas pendukung lainnya, dapat dilakukan,” tuturnya.

Menurut Ridwan, pembangunan infrastruktur pengairan tersebut diharapkan mampu memberikan kepastian pasokan air bagi lahan pertanian yang sudah ada maupun areal persawahan yang sedang dikembangkan.

“Untuk itu, kami meminta doa dari seluruh masyarakat Muna Barat agar apa yang menjadi rencana ini dapat segera terwujud,” ujarnya.

Jalan Momuntu Juga Jadi Perhatian

Selain persoalan pertanian, Ridwan turut mengecek progres pengaspalan jalan di Desa Momuntu, Kecamatan Tiworo Tengah.

Ruas jalan tersebut dikerjakan menggunakan anggaran Kementerian Transmigrasi RI tahun 2026. Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi pekerjaan sekaligus mencatat bagian yang masih membutuhkan pembenahan.

“Kami sudah melihat langsung pekerjaan pengaspalan ruas jalan Desa Momuntu. Saya bersama Pak Sekjen dan Bu Direktur melihat apa saja yang masih menjadi kekurangan. Kami akan memperjuangkan agar kembali ada program dari pemerintah pusat untuk tahun 2027 hingga 2028. Yang pasti, Kabupaten Muna Barat menjadi prioritas saya,” kata Ridwan.

Bupati Muna Barat La Ode Darwin menyambut positif perhatian pemerintah pusat terhadap kebutuhan pembangunan di wilayahnya.

Darwin mengakui dukungan pemerintah pusat masih sangat diperlukan karena kapasitas fiskal daerah yang terbatas. Sejumlah program pembangunan yang dinilai berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat terus didorong, termasuk Inpres Jalan Daerah (IJD), Kampung Nelayan Merah Putih dan pengaspalan jalan Desa Momuntu.

“Berbagai program yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat akan terus menjadi perhatian pemerintah daerah. Di antaranya Inpres Jalan Daerah (IJD), Kampung Nelayan Merah Putih, pengaspalan ruas jalan Desa Momuntu dan masih banyak program lainnya,” kata Darwin.

Ia memastikan pemerintah daerah akan terus menyampaikan kebutuhan pembangunan kepada pemerintah pusat melalui koordinasi lintas kementerian.

“Kita berharap dukungan dari pemerintah pusat semakin kuat untuk Muna Barat,” ujarnya.

Menurut Darwin, pembangunan daerah tidak hanya difokuskan pada infrastruktur, tetapi juga mencakup pertanian, peternakan, perikanan serta peningkatan pelayanan dasar.

Khusus sektor pertanian, persoalan air menjadi salah satu pekerjaan yang terus dicarikan solusinya karena kekeringan dapat mengancam produktivitas sawah masyarakat.

“Kami berharap dukungan melalui BWS Kendari dapat membantu mengatasi persoalan ketersediaan air, sehingga produktivitas pertanian masyarakat dapat dipertahankan. Kalau infrastruktur pengairan bisa diperkuat tentu akan sangat membantu masyarakat, khususnya para petani. Ini menjadi salah satu hal yang terus kita perjuangkan,” pungkasnya.

Reporter : Andri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *