Bukan Kenyang yang Didapat, 63 Siswa di Konsel Malah Tumbang Diduga Usai Makan MBG

waktu baca 2 menit
Screenshot

Deliksultra.com, Konsel – Dugaan keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Sulawesi Tenggara (Sultra). Sebanyak 63 siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah atas (SMA) di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) dilaporkan mengalami gangguan kesehatan hingga harus mendapatkan perawatan medis, Rabu (14/10/2026).

Para siswa mengeluhkan sakit perut dan mual setelah mengonsumsi makanan dari program MBG. Sejumlah siswa bahkan dilaporkan mengalami kondisi cukup parah hingga pingsan saat mendapatkan pertolongan medis.

Insiden tersebut menyebabkan Puskesmas Angata dipadati siswa yang membutuhkan penanganan. Gejala yang dialami para pelajar itu disebut mulai muncul setelah mereka menyantap makanan MBG pada Selasa (13/10/2026).

Kepala SMAN 10 Konsel, Liy, membenarkan adanya sejumlah siswa yang mengalami kondisi tersebut.

“Iya benar,” ujar Liy, Rabu (14/10/2026).

Menurut Liy, keluhan kesehatan mulai dirasakan siswa sejak sehari sebelum mereka dibawa ke fasilitas kesehatan. Kondisi tersebut kemudian semakin memburuk pada Rabu pagi.

“Informasinya, setelah menyantap MBG kemarin para siswa mulai merasakan sakit perut dan mual, puncaknya hari ini,” tuturnya.

Kasus tersebut tidak hanya menimpa pelajar tingkat SMA. Sejumlah siswa SD di wilayah yang sama juga dilaporkan mengalami gejala serupa dan harus memperoleh penanganan medis.

“Bukan hanya anak SMA, anak SD juga banyak yang masuk. Sekarang sudah full ini Puskesmas,” jelas Liy.

Kapolres Konawe Selatan, AKBP Daeng Riandika Mahardani, mengungkapkan bahwa kepolisian telah turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan terkait dugaan keracunan tersebut.

Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 63 siswa menjalani penanganan di Puskesmas Angata. Jumlah itu terdiri atas 27 siswa SD dan 36 siswa SMA.

“Sudah ditangani anggota, ada 27 orang siswa SD dan 36 orang siswa SMA di Puskesmas,” ujar AKBP Daeng Riandika.

Ia menyebut makanan yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Angata, Kabupaten Konawe Selatan.

Polisi masih mengumpulkan keterangan dan menelusuri makanan yang dikonsumsi para siswa untuk memastikan penyebab munculnya gejala tersebut.

“Masih diperiksa anggota, karena sudah sehari kejadiannya,” kata Daeng Riandika.

Hingga berita ini disusun, penyebab pasti dugaan keracunan belum diketahui. Belum ada keterangan resmi dari Dinas Kesehatan Konawe Selatan, pengelola SPPG Angata, maupun yayasan penyelenggara program MBG mengenai insiden tersebut.

Kejadian ini menambah daftar dugaan gangguan kesehatan yang dikaitkan dengan program MBG di Sulawesi Tenggara. Sebelumnya, kasus serupa juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Konawe dan Kota Kendari.

Reporter : Andri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *