Bank Sultra Tingkatkan Pembagian Dividen Jadi 75 Persen, Perkuat Pendapatan Daerah

waktu baca 3 menit

Deliksultra.com, Kendari – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara atau Bank Sultra kembali menunjukkan perannya sebagai lembaga keuangan daerah yang berkontribusi terhadap pembangunan. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025, manajemen dan para pemegang saham menyepakati peningkatan rasio pembagian dividen menjadi 75 persen dari total laba bersih perusahaan.

Keputusan tersebut mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 70 persen. Kebijakan ini diambil setelah melihat performa keuangan Bank Sultra sepanjang 2025 yang tetap solid dengan capaian laba bersih sebesar Rp419,6 miliar.

Dengan besaran dividen tersebut, dana yang akan kembali ke kas pemerintah daerah—baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara—diperkirakan semakin besar. Dana itu menjadi salah satu sumber penting dalam mendukung pembiayaan pembangunan daerah.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP), menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Bank Sultra yang dinilai mampu memberikan manfaat nyata bagi daerah.

“Keputusan menaikkan pembagian dividen menjadi 75 persen menunjukkan bahwa Bank Sultra mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerah. Laba yang dihasilkan tidak hanya memperkuat bank, tetapi juga kembali ke pemerintah daerah untuk mendukung program pembangunan dan pelayanan masyarakat,” ujar Andi Sumangerukka.

Ia menambahkan bahwa penguatan kontribusi bank daerah menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas fiskal pemerintah daerah, sehingga berbagai program prioritas dapat berjalan lebih optimal.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, menjelaskan bahwa peningkatan rasio dividen merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham yang sebagian besar merupakan pemerintah daerah di Sulawesi Tenggara.

“Dividen yang dibagikan menjadi salah satu komponen Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan rasio yang meningkat menjadi 75 persen, kami berharap kontribusi ini dapat membantu pemerintah daerah memperkuat APBD serta membiayai berbagai program pembangunan yang menyentuh langsung masyarakat,” jelasnya.

Ia menyebutkan, kemampuan perusahaan untuk meningkatkan pembagian dividen didukung oleh sejumlah indikator kinerja yang positif. Salah satunya adalah efisiensi operasional yang berhasil menekan beban operasional hingga 3,54 persen.

Selain itu, kualitas kredit Bank Sultra juga tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) yang berada di level rendah, yakni 0,89 persen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa portofolio kredit bank berada dalam kondisi sehat.

Di sisi lain, pertumbuhan kredit produktif juga menjadi faktor penting yang mendukung peningkatan laba perusahaan. Bank Sultra terus mengoptimalkan penyaluran pembiayaan ke sektor usaha produktif, khususnya UMKM dan investasi daerah yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan.

Tidak hanya berfokus pada kinerja bisnis, Bank Sultra juga tetap menjalankan peran sosial melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Program tersebut mencakup dukungan di bidang pendidikan, kesehatan, hingga pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah Sulawesi Tenggara.

Manajemen Bank Sultra menilai sinergi antara kontribusi dividen kepada pemerintah daerah dan pelaksanaan program CSR menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat.

Menutup keterangannya, Andri Permana Diputra Abubakar menyampaikan terima kasih kepada seluruh pemegang saham atas dukungan dan kepercayaan yang terus diberikan kepada Bank Sultra.

“Kami mengapresiasi dukungan para pemegang saham yang selama ini terus memperkuat permodalan dan memberikan kepercayaan kepada manajemen. Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan daerah,” pungkasnya.

Reporter : Dandi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *