Habil Marati Kembali Berbagi, Empat Masjid di Muna Terima Bantuan
Deliksultra.com, Raha – Kepedulian H. Habil Marati terhadap masyarakat di Kabupaten Muna dan Muna Barat kembali diwujudkan melalui sejumlah bantuan sosial dan keagamaan.
Setelah sebelumnya menyalurkan bantuan pangan, Habil kini memberikan dukungan berupa karpet kepada empat masjid di Kabupaten Muna. Bantuan tersebut menyasar Masjid Al Abror, Masjid Tua Loghia, Masjid An Nur Laiworu, serta Masjid Raya Lama Kota Raha.
Khusus Masjid Raya Lama Kota Raha, bantuan juga diberikan dalam bentuk dana. Namun, besaran dana tersebut tidak disampaikan kepada publik.
Perwakilan Habil Marati, LM Ruslan Ibu SH, MH, mengatakan bantuan yang diberikan tidak memiliki kaitan dengan kepentingan politik ataupun agenda pencalonan tertentu.
Menurutnya, langkah tersebut semata-mata didasari kepedulian Habil terhadap masyarakat dan daerah yang menjadi tanah kelahirannya.
“Jadi bantuan ini murni kemanusiaan. Semua itu hanya kepedulian dari seorang pengusaha terhadap tanah kelahirannya. Tidak ada sama sekali urusan terhadap politik,” tegas Ruslan.
Ia juga membantah jika bantuan tersebut dikaitkan dengan kepentingan elektoral.
“Ndak caleg, ndak cagub, semata-mata kepedulian akan keluarga besar dan kampung halaman,” imbuhnya.
Tidak Hanya Bantuan Pangan
Bantuan untuk sejumlah rumah ibadah tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sosial Habil Marati di wilayah Muna dan Muna Barat.
Sebelumnya, Habil juga menyalurkan bantuan beras yang dalam pemberitaan sebelumnya mencapai 12,5 ton bagi sekitar 2.500 penerima. Selain kebutuhan pangan, bantuan juga diarahkan untuk mendukung aktivitas keagamaan masyarakat.
Ruslan menjelaskan, kondisi masyarakat yang masih menghadapi tekanan ekonomi turut menjadi perhatian dalam pemberian bantuan tersebut.
Kemarau berkepanjangan hingga persoalan gagal panen disebut menjadi faktor yang semakin menambah beban sebagian masyarakat.
Dalam kondisi tersebut, bantuan tidak hanya menyangkut kebutuhan konsumsi sehari-hari, tetapi juga fasilitas yang digunakan masyarakat untuk menjalankan kegiatan keagamaan.
“Beras menyentuh kebutuhan paling dasar di rumah tangga, sementara karpet dan bantuan untuk masjid menyentuh kebutuhan masyarakat dalam menjalankan aktivitas keagamaan,” ungkapnya.
Sebelumnya, Habil juga disebut telah memberikan bantuan kepada sejumlah masjid dan pondok pesantren di Muna serta Muna Barat. Bantuan itu antara lain berupa sekitar 600 Al-Qur’an dan karpet untuk sejumlah rumah ibadah.
Alasan Kembali Berbagi di Kampung Halaman
Ruslan menilai kepedulian Habil terhadap Muna tidak terlepas dari hubungan emosional dengan daerah tersebut.
Bagi Habil, Muna bukan hanya wilayah asal, tetapi juga tempat yang memiliki ikatan keluarga dan sejarah kehidupan. Karena itu, berbagai bantuan yang disalurkan ditempatkan sebagai bentuk kepedulian sosial.
Ia menegaskan, bantuan kepada masjid tidak dimaksudkan sebagai sarana membangun kepentingan politik.
“Karena itu, bantuan untuk masjid di Muna diposisikan bukan sebagai transaksi politik, melainkan sebagai bagian dari kepedulian terhadap lingkungan sosial tempat akar keluarga berada,” katanya.
Di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih, bantuan pangan maupun fasilitas keagamaan dinilai dapat memberikan manfaat langsung bagi warga.
Rangkaian bantuan tersebut sekaligus menunjukkan perhatian Habil terhadap kebutuhan masyarakat di daerah asalnya, baik dalam aspek sosial maupun keagamaan.
Ruslan menegaskan, apa yang dilakukan Habil tidak perlu dikaitkan dengan kepentingan pencalonan maupun agenda politik tertentu.
Bagi masyarakat Muna, perhatian tersebut menjadi bentuk nyata dari seseorang yang tetap menjaga hubungan dengan daerah asalnya dan memilih berbagi ketika masyarakat membutuhkan.
Reporter : Eko Rama







