Ketua Pembina Unsultra Canangkan Rumah Sakit Kampus dan Fakultas Kedokteran
Deliksultra.com, Kendari – Ketua Pembina Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra), Nur Alam, mengumumkan rencana strategis pembangunan rumah sakit kampus serta pembentukan Fakultas Kedokteran dalam momentum wisuda yang digelar baru-baru ini.
Dalam arahannya, Nur Alam menegaskan bahwa pembangunan rumah sakit Unsultra merupakan bagian dari pengembangan institusi sekaligus upaya meningkatkan kontribusi kampus dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Ia juga mengarahkan pimpinan universitas untuk segera mempersiapkan pembentukan Fakultas Kedokteran sebagai langkah lanjutan dari rencana tersebut.
Selain fokus pada pengembangan institusi, Nur Alam turut menekankan pentingnya menjaga integritas akademik dan berpegang pada landasan hukum dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi. Menurutnya, dinamika pendidikan tidak terlepas dari perubahan regulasi yang terus berkembang seiring waktu.
Ia juga menegaskan bahwa Unsultra bukan milik pribadi, melainkan milik masyarakat. Karena itu, pengelolaan kampus harus mengedepankan prinsip tata kelola yang baik dan sesuai dengan aturan yayasan.
“Pergantian pembina bisa saja dilakukan, baik karena berhalangan tetap maupun mengundurkan diri, namun harus melalui mekanisme yang benar sesuai Undang-Undang Yayasan dan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga yayasan,” ujarnya saat menyampaikan sambutan, Rabu (15/4/2025).
Nur Alam menambahkan bahwa setiap kebijakan harus berlandaskan undang-undang serta melalui kajian matang agar dapat dipertanggungjawabkan secara akademik maupun hukum.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni kelulusan, tetapi merupakan awal dari tanggung jawab besar bagi para lulusan.
“Wisuda bukanlah akhir, tetapi awal dari tanggung jawab besar. Lulusan harus mampu menjaga integritas dan tidak menyalahgunakan ilmu yang dimiliki,” katanya.
Dalam pidatonya, ia juga menyoroti pentingnya moralitas dalam dunia keilmuan. Menurutnya, ilmu pengetahuan tanpa etika berpotensi menimbulkan dampak negatif di berbagai sektor.
“Ilmu harus diiringi dengan moral. Tanpa itu, keahlian justru bisa membawa dampak buruk bagi masyarakat dan negara,” jelasnya.
Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh lulusan untuk menjadikan ilmu sebagai sarana membangun bangsa dengan tetap berpegang pada nilai-nilai etika dan kebaikan.
“Pendidikan bukan hanya tentang kecerdasan, tetapi juga tentang karakter. Dengan keduanya, kita dapat membangun masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
Reporter : Dandi







