Omzet Pedagang Torobulu Anjlok, Dampak Setopnya Aktivitas PT WIN Mulai Terasa

waktu baca 2 menit

Deliksultra.com, Konsel — Penghentian sementara operasional PT Wijaya Inti Nusantara (PT WIN) tak hanya berdampak terhadap pekerja perusahaan. Pelaku usaha kecil di Desa Torobulu, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan, turut merasakan lesunya aktivitas ekonomi sejak perusahaan berhenti beroperasi.

Salah satu yang terdampak adalah Halwiyati, pemilik kios di Desa Torobulu. Ia mengaku pendapatannya merosot karena pelanggan yang selama ini berasal dari kalangan pekerja PT WIN semakin berkurang.

“Sekarang sangat terasa. Penghasilan kios turun drastis sejak PT WIN tidak beroperasi. Dulu karyawan sering belanja di sini, sekarang sudah sangat berkurang,” kata Halwiyati, Selasa (11/8/2026).

Menurutnya, keberadaan aktivitas perusahaan sebelumnya ikut menciptakan perputaran uang bagi pedagang di sekitar wilayah operasional. Para pekerja yang datang untuk bekerja juga menjadi konsumen bagi usaha-usaha kecil masyarakat.

Kondisi berubah setelah operasional perusahaan terhenti. Halwiyati mengatakan, penurunan pendapatan kios membuat dirinya kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga.

“Saya pusing, karena biaya keluarga harus ditanggung sendiri. Suami juga susah. Mau kerja berat juga susah. Penghasilan saya hanya dari kios,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pendapatan dari kios bukan hanya digunakan untuk kebutuhan pribadi. Sejumlah kebutuhan keluarga, termasuk biaya makan dan pendidikan anak, tetap harus dipenuhi meski pemasukan semakin terbatas.

Menurut Halwiyati, situasi tersebut membuat keluarga harus lebih berhati-hati mengatur pengeluaran. Kebutuhan anak, khususnya makanan dan sekolah, tidak dapat ditunda meskipun kondisi ekonomi sedang sulit.

“Kalau orang tua mau makan mungkin masih bisa ditahan. Tapi kalau anak-anak mau makan, tidak bisa ditunda. Anak-anak mau sekolah, kebutuhan tetap jalan, sementara penghasilan sekarang sudah sangat menurun,” tuturnya.

Ia menilai berhentinya aktivitas perusahaan memberikan efek berantai terhadap masyarakat. Bukan hanya karyawan yang kehilangan sumber penghasilan, tetapi juga pedagang dan pelaku usaha yang selama ini mendapat pemasukan dari aktivitas para pekerja.

Karena itu, Halwiyati berharap persoalan yang membuat kegiatan PT WIN terhenti dapat segera diselesaikan. Ia meminta pemerintah ikut mencari jalan keluar agar aktivitas ekonomi masyarakat kembali berjalan.

“Harapan saya, Presiden Prabowo bisa membantu agar persoalan RKAB ini cepat selesai. Kami masyarakat berharap ekonomi bisa kembali stabil seperti dulu. Kami hanya ingin bisa bekerja, berusaha dan memenuhi kebutuhan keluarga,” katanya.

Dampak penghentian operasional perusahaan tersebut dinilai mulai menjalar ke berbagai lapisan ekonomi masyarakat sekitar. Ketika aktivitas perusahaan berkurang, transaksi di kios, warung makan, jasa transportasi hingga usaha kecil yang bergantung pada keberadaan pekerja ikut mengalami tekanan.

Bagi warga seperti Halwiyati, keberlanjutan aktivitas ekonomi perusahaan bukan semata persoalan pekerjaan bagi karyawan, tetapi juga berkaitan langsung dengan keberlangsungan usaha dan pemenuhan kebutuhan keluarga masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Reporter : Andri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *