Pemerintah Pusat Gerak Cepat Tangani Banjir, Mentan Amran Pastikan Bantuan dan Perbaikan Tanggul Diprioritaskan
Deliksultra.com, Kendari – Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, turun langsung meninjau penanganan dampak banjir sekaligus memastikan distribusi bantuan pangan dan pemulihan sektor pertanian berjalan cepat di wilayah terdampak.
Amran mengungkapkan, laporan terkait kondisi banjir diterimanya pada dini hari dan langsung ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pemerintah daerah serta kementerian teknis.
“Begitu laporan masuk subuh tadi, saya langsung menghubungi wali kota, gubernur, dan wakil gubernur untuk memastikan penanganan dilakukan cepat. Kami putuskan semua kebutuhan pangan masyarakat harus segera dipenuhi,” kata Amran.
Dalam penanganan darurat tersebut, pemerintah pusat menyiapkan berbagai bentuk bantuan, mulai dari kebutuhan pokok hingga dukungan pemulihan lahan pertanian warga yang terdampak banjir.
Ia menyebut bantuan yang dikirim mencakup beras, minyak goreng, benih pertanian, bibit tanaman, hingga alat dan mesin pertanian untuk mendukung pemulihan sekitar 2.000 hektare lahan. Total bantuan yang disiapkan diperkirakan mencapai Rp10 miliar.
Selain bantuan sektor pangan dan pertanian, pemerintah juga menyalurkan tambahan dana sebesar Rp500 juta guna membantu kebutuhan masyarakat terdampak.
Amran mengaku memiliki kedekatan emosional dengan wilayah tersebut sehingga ingin memastikan penanganan dilakukan secara maksimal dan cepat.
“Daerah ini bukan tempat asing bagi saya. Saya tahu kondisi masyarakat di sini, sehingga kami ingin bantuan segera dirasakan warga,” ujarnya.
Tak hanya fokus pada bantuan darurat, Amran juga menyoroti pentingnya perbaikan infrastruktur pengendali banjir, khususnya tanggul dan jaringan irigasi yang rusak akibat tingginya debit air.
Menurutnya, koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum telah dilakukan agar proses rehabilitasi dapat segera dimulai.
“Kami sudah minta seluruh tanggul yang rusak segera diperbaiki. Dirjen terkait di Kementerian PU sudah kami hubungi, anggaran dan alat berat juga sudah disiapkan. Targetnya pengerjaan dimulai dalam waktu sepekan dan paling lambat dua minggu harus rampung,” jelasnya.
Ia juga meminta pemerintah daerah mempertimbangkan perpanjangan status tanggap darurat jika kondisi banjir belum sepenuhnya surut. Langkah itu dinilai penting agar distribusi bantuan dari pemerintah pusat dapat dipercepat.
Amran menambahkan, percepatan penanganan bencana dan bantuan pangan merupakan instruksi langsung dari Presiden Republik Indonesia yang menekankan keselamatan warga sebagai prioritas utama.
“Kebutuhan pangan masyarakat harus didahulukan karena tidak bisa menunggu. Tadi pagi saya juga langsung meminta Bulog menyalurkan beras dan minyak goreng untuk warga terdampak,” tutupnya.
Reporter: Dandi







