PT Almharig Klarifikasi Dampak Longsor, Tegaskan Sumber Air Warga Aman
Deliksultra.com, Bombana – Manajemen PT Almharig angkat bicara menanggapi isu yang berkembang terkait dugaan dampak longsor terhadap sumber air bersih di wilayah Kabaena. Perusahaan meminta masyarakat, termasuk Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kabaena (Hippelwana), agar tidak langsung mempercayai informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Almharig, Yazid, menyatakan bahwa kabar mengenai tertimbunnya sumber mata air akibat longsor tidak sesuai dengan hasil pengecekan di lapangan. Ia merujuk pada peninjauan yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang tidak menemukan adanya material longsor di titik sumber air warga.
“Berdasarkan hasil peninjauan resmi Dinas Lingkungan Hidup (DLH), tidak endapan longsor di sumber mata air. Ini penting untuk diluruskan agar tidak terjadi kesalahpahaman,” tegasnya, Rabu 22 April 2026.
Menurut Yazid, peristiwa longsor yang terjadi di kawasan Olondoro, Desa Rahadopi, lebih berdampak pada fasilitas penyaluran air bersih, bukan pada sumber mata air alami. Ia menjelaskan bahwa kerusakan yang terjadi hanya mengenai jaringan pipa milik kelompok atau pihak tertentu yang selama ini digunakan untuk mendistribusikan air ke sejumlah desa.
Temuan tersebut, lanjutnya, juga diperkuat oleh hasil investigasi lapangan yang menunjukkan bahwa material longsor memang merusak instalasi pipa, namun tidak sampai menutup atau menghilangkan sumber air itu sendiri.
“Yang terdampak itu adalah jaringan pipa yang dikelola oleh pihak atau kelompok tertentu, bukan mata airnya. Jadi narasi bahwa sumber air bersih yang digunakan sebagian besar warga, yang hilang atau tertimbun itu tidak benar,” ucapnya.
Ia juga membantah anggapan yang mengaitkan aktivitas pertambangan sebagai penyebab utama longsor sekaligus ancaman terhadap lingkungan dan ketersediaan air masyarakat. Yazid menilai tudingan tersebut tidak didukung fakta dan justru memicu polemik hingga aksi protes yang mendesak evaluasi terhadap perusahaan.
“Kami menduga ada pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan situasi ini untuk menyudutkan perusahaan dengan menyebarkan isu-isu yang tidak sesuai fakta,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kejadian longsor di wilayah tersebut merupakan fenomena yang kerap berulang, terutama saat curah hujan tinggi yang membuat kondisi tanah menjadi tidak stabil.
Di tengah situasi ini, pihak perusahaan kembali mengajak masyarakat untuk bersikap tenang dan mengedepankan informasi yang telah diverifikasi secara resmi.
“Kami mengimbau masyarakat dan Hippelwana agar tetap bijak dalam menerima informasi. Jangan mudah terprovokasi. Mari kita pegang fakta dan hasil kajian resmi sebagai rujukan bersama,” tutupnya.
Reporter : Dandi







