Kronologi Penganiayaan Pekerja WNI oleh TKA China di Kawasan IPIP Kolaka
Deliksultra.com, Kolaka – Insiden penganiayaan terjadi di kawasan Proyek Strategis Nasional Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP), Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Rabu, 28 Januari 2026. Peristiwa ini bermula dari aksi protes sejumlah pekerja terkait persoalan gaji yang belum dibayarkan oleh pihak perusahaan.
Berdasarkan keterangan saksi yang merupakan pekerja di PT IPIP, para pekerja awalnya melakukan aksi protes dan menyampaikan tuntutan pembayaran upah. Namun tuntutan tersebut tidak mendapat respons, sehingga memicu emosi dan ketegangan di antara para pekerja.
Situasi sempat memanas dan terjadi cekcok antarpekerja. Meski demikian, bentrokan awal tersebut berhasil dilerai dan kondisi sempat mereda. Para pekerja kemudian meninggalkan lokasi keributan.
“Tadi ini anak-anak demo, mereka minta gajinya, ternyata tidak direspon, emosilah mereka, sempat berkelahi, tapi direlai,” pesan Voice Note yang diterima media Deliksultra.com.
Tak lama berselang, sejumlah pekerja WNI kembali dipanggil oleh oknum Polisi dengan alasan akan dilakukan upaya mediasi dan penyelesaian secara damai. Para pekerja diminta masuk ke dalam salah satu ruangan di kawasan proyek.
Namun, menurut keterangan saksi, saat para pekerja sudah berada di dalam ruangan tersebut, situasi justru berubah menjadi aksi kekerasan. Korban WNI diduga dikeroyok oleh sejumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China. Dalam kejadian itu, korban mengalami luka parah di bagian belakang leher hingga mengeluarkan darah.
“Ini anak-anak di panggil sma polisi, mau datang atur damai, pas dikasi masuk dalam ruangan, ini anak anak di keroyok sma china,” ungkapnya.
Aksi penganiayaan tersebut terekam dalam video yang kemudian beredar luas. Dalam rekaman lain, terlihat sejumlah pekerja berusaha melerai bentrokan yang kembali terjadi di area konstruksi proyek.
Setelah insiden penganiayaan itu, suasana di kawasan IPIP kembali memanas. Sejumlah TKA asal China terlihat berlarian dan berhamburan meninggalkan lokasi kejadian, menyebar ke berbagai arah di dalam kawasan proyek. Aksi tersebut diduga dilakukan untuk menghindari kemarahan pekerja lainnya.
Kepanikan pun sempat terjadi di lingkungan kerja IPIP yang merupakan kawasan proyek strategis nasional dengan ribuan tenaga kerja lokal dan asing.
Aparat kepolisian yang menerima laporan langsung turun ke lokasi untuk mengamankan situasi. Kapolres Kolaka AKBP Yuda membenarkan adanya insiden tersebut dan menyatakan bahwa dua orang Warga Negara Asing (WNA) telah diamankan karena diduga terlibat langsung dalam aksi penganiayaan.
Pihak kepolisian memastikan kondisi di kawasan IPIP kini telah kembali kondusif. Saat ini, penyidik masih mendalami kronologi lengkap kejadian, termasuk jumlah pelaku, motif penganiayaan, serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.
Reporter : Andri







