BEM UHO Kritik Keras Sikap Kapolres Kota Kendari yang Diduga Intimidatif terhadap Mahasiswa

waktu baca 2 menit

Deliksultra.com, Kendari — Muh.Kurniawan Saelang selaku Sekretaris Jendral Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Halu Oleo (BEM UHO) melayangkan kritik keras terhadap sikap Kapolres Kota Kendari yang terekam dalam sebuah video saat menghadapi massa aksi mahasiswa di depan Kantor DPRD Sulawesi Tenggara. Pernyataan Kapolres yang dianggap bernada ancaman dan intimidatif dinilai telah mencederai nilai demokrasi serta kebebasan berpendapat di muka umum.

Dalam video yang beredar luas di media sosial tersebut, Kapolres Kota Kendari terlihat melontarkan pernyataan dengan nada tinggi kepada mahasiswa yang sedang menyampaikan aspirasi. Sikap tersebut menuai kecaman karena dinilai menunjukkan watak represif aparat terhadap gerakan mahasiswa.

Sekretaris Jenderal BEM UHO menegaskan bahwa tindakan aparat kepolisian seharusnya mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif, bukan justru mempertontonkan arogansi kekuasaan di hadapan publik.

“Pernyataan Kapolres Kota Kendari dalam video tersebut sangat kami sesalkan. Aparat tidak seharusnya menggunakan nada ancaman terhadap mahasiswa yang sedang memperjuangkan aspirasi rakyat. Ini adalah bentuk intimidasi yang mencoreng semangat demokrasi,” tegas Sekjen BEM UHO.

BEM UHO menilai tindakan tersebut memperlihatkan kegagalan aparat dalam memahami esensi demonstrasi sebagai hak konstitusional warga negara. Demonstrasi bukan tindakan kriminal, melainkan ruang perjuangan rakyat dalam mengawal kebijakan pemerintah dan menyampaikan kritik terhadap ketidakadilan.

Lebih lanjut, BEM UHO menegaskan bahwa sikap represif terhadap mahasiswa hanya akan memperburuk kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Di tengah tuntutan reformasi kepolisian yang terus disuarakan masyarakat, tindakan intimidatif aparat justru menunjukkan masih kuatnya budaya anti kritik dalam tubuh penegak hukum.

“Kami mengingatkan bahwa polisi dibayar oleh rakyat dan seharusnya melindungi rakyat, bukan menakut-nakuti mahasiswa yang sedang menyuarakan kepentingan masyarakat,” lanjutnya.

Atas kejadian tersebut, BEM UHO mendesak Kapolda Sulawesi Tenggara untuk segera melakukan evaluasi terhadap Kapolres Kota Kendari serta memastikan tidak ada lagi tindakan represif terhadap mahasiswa maupun masyarakat sipil dalam setiap aksi demonstrasi.

BEM UHO juga menyerukan solidaritas seluruh elemen gerakan mahasiswa dan masyarakat sipil untuk terus mengawal demokrasi serta menolak segala bentuk intimidasi terhadap kebebasan berpendapat.

“Gerakan mahasiswa tidak akan pernah tunduk terhadap ancaman. Selama ketidakadilan masih terjadi, mahasiswa akan tetap berdiri di garis perjuangan bersama rakyat,” tutup Sekjen BEM UHO.

Reporter : Andri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *