Polisi Tertibkan Pengantre BBM Bertangki Modifikasi di Sejumlah SPBU Kendari
Deliksultra.com, Kendari — Aktivitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di sejumlah SPBU di Kota Kendari mendapat pengawasan dari aparat kepolisian, Senin (14/9/2026).
Petugas dari Tim Patroli Perintis Presisi Sat Samapta Polresta Kendari turun langsung ke lapangan untuk mengantisipasi penyalahgunaan Pertalite dan Solar. Pengawasan itu sekaligus menyasar dugaan penimbunan BBM yang berpotensi mengganggu distribusi kepada masyarakat.
Beberapa SPBU menjadi lokasi pemantauan polisi, termasuk SPBU Budi Utomo atau THR, SPBU Bonggoeya, serta SPBU Saranani.
Di lapangan, petugas mendapati sejumlah kendaraan yang menggunakan tangki berkapasitas besar maupun tangki yang telah dimodifikasi. Salah satu kendaraan yang menjadi perhatian adalah Suzuki Thunder yang disebut beberapa kali kembali ke antrean untuk mengisi Pertalite.
Kondisi tersebut dinilai turut memperparah kepadatan antrean. Polisi kemudian meminta kendaraan yang melakukan pengisian secara berulang untuk meninggalkan area SPBU.
Kepala Regu II Patroli Cipta Kondisi, Aiptu Amrullah, menyebut pengawasan dilakukan agar BBM bersubsidi benar-benar diperoleh masyarakat yang berhak.
“Kami turun langsung memantau pendistribusian BBM subsidi sekaligus menertibkan motor-motor bertangki jumbo yang mengisi Pertalite berulang kali,” kata Amrullah.
Ia menilai aksi pengisian berulang oleh pihak yang diduga menjadi spekulan berdampak terhadap warga lain yang membutuhkan BBM untuk kebutuhan sehari-hari.
“Tindakan spekulan ini sangat merugikan warga, karena memicu antrean panjang yang tak seharusnya terjadi,” ujarnya.
Menurut Amrullah, kepolisian akan melanjutkan pemantauan di SPBU guna mencegah Pertalite dan Solar bersubsidi disalahgunakan untuk kepentingan perdagangan kembali.
Ia menegaskan kendaraan yang ditemukan melakukan pengisian secara berulang akan ditertibkan.
“Motor yang kedapatan mengantre berulang kali langsung kami tertibkan dan kami perintahkan meninggalkan lokasi,” tegasnya.
Kehadiran aparat di lokasi mendapat respons positif dari warga. Mereka berharap pengawasan tersebut dapat mengurangi antrean panjang yang selama ini membuat masyarakat harus menunggu lama untuk mendapatkan BBM.
Juli, salah seorang warga yang tengah mengantre, mengaku terbantu dengan adanya patroli polisi.
“Kami sangat mendukung patroli ini. Kasihan warga yang harus antre berjam-jam di bawah terik matahari cuma karena terhalang oleh oknum yang bolak-balik menyedot BBM. Mereka memang cari uang, tapi kami ini mengantre untuk menyambung hidup harian,” tuturnya.
Reporter : Salman







