Dugaan Tambang Ilegal di Konsesi MOM, Sejumlah Nama Mulai Teridentifikasi

Dekiksultra.com, Konut - PT Maesa Optimalah Mineral (MOM) menyatakan tengah menelusuri dugaan aktivitas pertambangan nikel ilegal yang berlangsung di wilayah konsesinya di Desa Morombo Pantai, Kecamatan Lasolo Kepulauan, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.
Kawasan yang menjadi perhatian perusahaan memiliki luas sekitar 58,23 hektare dan mencakup area hutan lindung serta hutan produksi. Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, sejumlah titik di kawasan tersebut disebut mengalami kerusakan akibat kegiatan penambangan yang diduga berlangsung tanpa izin pada periode 2020–2022.
Direktur PT MOM, Agusran Saelang, turun langsung melihat kondisi kawasan tersebut pada Sabtu (12/9/2026). Ia menduga aktivitas penambangan terjadi ketika status legalitas perusahaan sedang berada dalam persoalan sengketa maupun berada di bawah penguasaan pihak tertentu.
Agusran menilai aktivitas dengan skala seperti itu sulit berlangsung tanpa adanya pihak yang memberikan arahan. Karena itu, perusahaan kini berupaya mengurai pihak-pihak yang diduga memiliki keterlibatan dalam kegiatan tersebut.
“Tidak mungkin mereka berani tanpa ada perintah dari pihak manajemen tertinggi saat itu,” kata Agusran setelah melakukan pemantauan di Morombo Pantai.
Manajemen baru PT MOM juga menaruh perhatian terhadap sanksi administratif yang sebelumnya diberikan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) kepada perusahaan. Untuk menindaklanjuti persoalan tersebut, perseroan kini mengumpulkan berbagai bukti, mulai dari dokumen dan data digital hingga barang bukti yang ditemukan di lapangan.
Agusran, yang merupakan alumnus Fakultas Hukum Universitas Halu Oleo, mengatakan pihaknya telah memperoleh sejumlah informasi mengenai orang-orang yang diduga terlibat. Identitas tersebut mencakup pihak yang diduga menjalankan kegiatan di lapangan hingga mereka yang dicurigai berperan sebagai pengendali.
PT MOM selanjutnya berencana memperkuat koordinasi dengan Satgas PKH dan aparat penegak hukum. Temuan yang telah dikumpulkan akan dipelajari untuk menentukan langkah hukum, termasuk kemungkinan membawa perkara tersebut ke ranah pidana.
Perusahaan menegaskan seluruh langkah tersebut dilakukan untuk memulihkan kondisi konsesi dan memastikan wilayah IUP PT MOM kembali memenuhi ketentuan clean and clear sesuai peraturan yang berlaku.
Reporter : Andri
Berita BerikutnyaUnsultra Terima 807 Mahasiswa Baru, Rektor: Jadilah Lulusan yang Dibutuhkan Masyarakat
Baca Lainnya
Dua Tahun Berlalu, Penanganan Kasus Kebakaran Sarang Walet di Polsek Poasia Masih Menggantung
Deliksultra.com, Kendari - Penanganan laporan dugaan pembakaran sarang burung walet milik Praka Tasmin di wilayah hukum Polsek Poasia masih belum menemukan titik terang. Meski laporan telah diajukan sejak…
Banding Ditempuh, Sengketa Mesin Crusher Ruksamin dan Jalil Belum Berakhir
Deliksultra.com, Kendari – Sengketa kepemilikan mesin crusher yang melibatkan mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dengan Jalil masih berlanjut. Pihak Jalil melalui kuasa hukumnya, Imam Rifaldi, SH., resmi…
Kecelakaan Maut Hantam PT Riota, Sopir Tewas Terjepit, Disnakertrans Mengaku Belum Terima Laporan
Deliksultra.com, Kolut – Insiden fatal di jalur angkutan tambang nikel kembali merenggut nyawa pekerja di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara. Seorang sopir bernama Idris dilaporkan meninggal dunia…
Misteri Kematian Pria 23 Tahun di Cekdam Tambang Antam Kolaka
Deliksultra.com, Kolaka – Seorang pria berinisial E (23) ditemukan meninggal dunia di area cekdam tambang Bentayga Selatan UBPN Kolaka, Minggu (18/10/2026). Korban ditemukan dalam kondisi tenggelam di dalam…
Satpol PP Temukan 15 Jerigen BBM di Mobil dalam SPBU Rabam Kendari
Deliksultra.com, Kendari – Dugaan pengangkutan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi menggunakan jerigen terungkap di SPBU Rabam, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Temuan tersebut mencuat setelah beredarnya rekaman video…
Bukan Kenyang yang Didapat, 63 Siswa di Konsel Malah Tumbang Diduga Usai Makan MBG
Deliksultra.com, Konsel - Dugaan keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Sulawesi Tenggara (Sultra). Sebanyak 63 siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah atas…









