Longsor di PT KDI Tewaskan Empat Orang, Perusahaan Terancam Sanksi

waktu baca 2 menit
Screenshot

Deliksultra.com, Kendari – Empat pekerja tambang meninggal dunia dalam peristiwa tanah longsor yang terjadi di wilayah operasional PT Kelompok Delapan Indonesia (KDI), Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Kejadian tersebut kini menjadi perhatian Inspektur Tambang Sultra karena melibatkan pekerja dari dua perusahaan berbeda.

Inspektur Tambang Sultra, Kamrullah, menyebut dua korban merupakan pekerja PT KDI selaku pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP). Sedangkan dua korban lainnya berasal dari PT Reskyta Mineral Indonesia.

“Dua korban dari PT Kelompok Delapan Indonesia dan dua korban dari PT Reskyta Mineral Indonesia,” ujar Kamrullah.

Menurut Kamrullah, PT Reskyta Mineral Indonesia merupakan perusahaan jasa pertambangan yang mengantongi Izin Usaha Jasa Pertambangan (IUJP). Perusahaan tersebut menjalankan pekerjaan inti penambangan di wilayah operasional PT KDI.

Pasca-kejadian, Inspektur Tambang Sultra akan melakukan pemeriksaan dan investigasi untuk mengetahui secara pasti penyebab longsor yang mengakibatkan empat pekerja meninggal dunia.

“Kami akan melakukan investigasi untuk menemukan penyebab kecelakaan dan bisa menyimpulkan apakah kejadian tersebut sebagai kecelakaan tambang atau bukan kecelakaan tambang,” tegas Kamrullah.

Hasil investigasi nantinya menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan terhadap insiden tersebut. Termasuk menentukan apakah peristiwa itu masuk dalam kategori kecelakaan tambang.

Kamrullah menjelaskan, apabila hasil pemeriksaan menyatakan kejadian tersebut merupakan kecelakaan tambang, PT KDI sebagai pemegang IUP dapat dikenai sanksi berupa penghentian kegiatan operasional.

Sebaliknya, apabila hasil investigasi menyatakan peristiwa tersebut bukan kecelakaan tambang, proses penanganannya akan dilanjutkan oleh aparat penegak hukum sesuai kewenangannya.

Untuk saat ini, status pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil investigasi dari tim Inspektur Tambang Sultra.

Reporter : Andri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *