Satpol PP Diduga Main Tangan Saat Bubarkan Aksi HMI di Kantor Gubernur Sultra

waktu baca 2 menit

Deliksultra.com, Kendari – Aksi penyampaian aspirasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kendari di Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) berujung dugaan penganiayaan terhadap salah seorang kader.

Peristiwa tersebut terjadi ketika massa HMI mendatangi Kantor Gubernur Sultra untuk menyampaikan tuntutan terkait pembangunan monumen yang didedikasikan kepada Randi dan Yusuf, yang oleh massa aksi disebut sebagai pahlawan antikorupsi di Sulawesi Tenggara.

HMI Cabang Kendari menyebut situasi memanas setelah Satpol PP berupaya membubarkan dan mendorong massa aksi keluar dari area kantor gubernur.

Ketua Umum HMI Cabang Kendari, Yusril, mengatakan massa awalnya memasuki kantor gubernur secara tertib. Namun, menurut dia, tindakan Satpol PP kemudian memicu terjadinya benturan hingga salah seorang kader HMI mengalami dugaan penganiayaan.

“ Awalnya kami masuk ke dalam kantor gubernur baik- baik tetapi langkah yang diambil oleh SATPOL PP langsung berupaya untuk memukul mundur massa aksi hingga asumsi yang terbangun ASR takut bertemu massa aksi dan memerintahkan untuk menghalangi dan terjadi penganiayaan pada Ketua Umum HMI Komisariat FISIP UHO Cabang Kendari” tegas Yusril ketua Umum HMI Cabang Kendari,

Ketua Bidang PTKP HMI Cabang Kendari sekaligus Jenderal Lapangan aksi, Eko Rama, turut menyoroti insiden tersebut. Ia menyebut salah seorang kader mengalami luka lebam pada bagian wajah.

“ Ini adalah bentuk nyata dari gagalnya seorang gubernur dalam mengkoordinir bawahannya dari jajaranSatpol-PP justru selalu semena mena terhadap massa aksi dengan mengatas namakan aturan Perda , tak pandang bulu bahkan sampai memukul hinga ada korban Dari kader HmI cabang Kendari” kata Eko Rama

Atas kejadian itu, HMI Cabang Kendari menyatakan telah menempuh jalur hukum dengan membuat laporan ke Polresta Kendari.

Organisasi mahasiswa tersebut juga menyatakan akan terus mengawal laporan tersebut dan meminta adanya pertanggungjawaban atas dugaan tindakan kekerasan yang terjadi saat aksi.

“Kami sudah layangkan laporan di Polresta Kendari dan akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas Dan sesegera mungkin melakukan aksi Dalam dekat ini Guna Meminta Pertanggungjawaban Gubernur”. tutup Eko Rama.

Reporter : Salman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *