Video Dugaan Aksi Massa Bersenjata di Kawasan Industri IPIP Kolaka Jadi Sorotan
Deliksultra.com, Kolaka – Beredarnya sebuah video yang memperlihatkan sekelompok massa membawa senjata tajam di kawasan industri PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP), Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, memicu perhatian publik.
Dalam rekaman yang viral di berbagai platform media sosial tersebut, terlihat puluhan orang berkumpul di satu lokasi dan terlibat adu mulut yang berlangsung cukup tegang. Sejumlah individu tampak membawa benda yang diduga senjata tajam, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan potensi terjadinya bentrokan terbuka.
Peristiwa yang diduga terjadi di area operasional kawasan industri itu menimbulkan pertanyaan terkait kondisi keamanan dan ketertiban di lingkungan perusahaan. Meski belum diketahui kapan tepatnya kejadian tersebut berlangsung, suasana dalam video menunjukkan situasi yang cukup memanas dan berisiko mengancam keselamatan para pekerja maupun masyarakat yang berada di sekitar lokasi.
Hingga Senin (22/6/2026), belum terdapat keterangan resmi yang menjelaskan latar belakang insiden tersebut. Identitas kelompok yang terlibat maupun pemicu terjadinya ketegangan juga masih belum terungkap.
Media ini telah berupaya mengonfirmasi informasi tersebut kepada pihak kepolisian dan manajemen PT IPIP. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi yang disampaikan.
Kapolres Kolaka, AKBP Yudha W. Nugraha, yang dihubungi untuk meminta klarifikasi terkait video yang beredar tersebut juga belum memberikan tanggapan.
Sejumlah pihak berharap aparat keamanan segera melakukan penelusuran guna memastikan fakta di balik peristiwa tersebut sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan keamanan yang dapat mengganggu aktivitas di kawasan industri strategis tersebut.
“Kami masih menunggu penjelasan resmi dari pihak berwenang agar informasi yang berkembang di masyarakat tidak menimbulkan spekulasi yang berlebihan,” demikian keterangan yang dihimpun media ini dari sejumlah sumber di sekitar lokasi.
Hingga kini, investigasi dan pengumpulan informasi lebih lanjut masih terus dilakukan untuk memastikan kronologi serta pihak-pihak yang terlibat dalam insiden yang terekam dalam video viral tersebut.
Reporter : Andri







