Andre Minta Kapolri dan Kapolda Sultra Atensi Dugaan Intimidasi Korban Kekerasan Seksual

Deliksultra.com, Kendari — Praktisi hukum Andri Darmawan, meminta Kapolri dan Kapolda Sulawesi Tenggara memberikan perhatian serius terhadap dugaan perlakuan tidak patut yang dialami korban saat menjalani pemeriksaan di Polresta Kendari.
Andri menyoroti sikap penyidik yang disebut membentak korban dan meminta korban untuk tidak menangis ketika menjalani pemeriksaan.
Menurut Andri, perlakuan tersebut tidak semestinya terjadi terhadap korban kekerasan seksual yang membutuhkan perlindungan serta pendampingan selama proses hukum.
“Tolong Kapolri dan Kapolda Sultra agar di atensi ini, menindak tegas anggotanya. Tolong lihat Kasat reskrim Polresta Kendari dan penyidiknya. Mereka membentak korban kekerasan seksual ‘jangan menangis’ seakan akan ini adalah lolucon,” ujar Andri.
Ia mempertanyakan pemahaman penyidik mengenai tata cara pemeriksaan korban kekerasan seksual. Andri menilai proses pemeriksaan semestinya tetap memperhatikan hak dan martabat korban.
“Saya tidak habis fikir, penyidik ini paham atau tidak, jelas dalam undang undang kekerasan seksual itu, pasal 22, penyidik dalam pemeriksaan harus menjunjung tinggi hak asasi manusia, hak dan martabat korban, tidak boleh melakukan intimidasi dan kriminalisasi terhadap korban,” katanya.
Andri menyebut tindakan yang menurutnya dilakukan penyidik justru dapat membuat korban merasa semakin tertekan dalam menghadapi proses hukum.
Ia menegaskan korban kekerasan seksual seharusnya mendapatkan perlindungan dan perlakuan yang mengedepankan empati.
“Tindakan mereka ini jelas melanggar merendahkan korban, seharusnya korban itu dilindungi. Apakah tidak di ajarkan bagaimana memperlakukan korban kekerasan seksual,” tegasnya.
Andri juga menilai persoalan tersebut perlu menjadi perhatian pimpinan kepolisian, khususnya terkait mekanisme pemeriksaan korban perkara kekerasan seksual.
“Yang telah merendahkan hak dan martabat korban kekerasan seksual, tidak ada empati bahkan melakukan intimidasi pada korban,” ujarnya.
Sebelumnya, perkara tersebut juga mendapat sorotan terkait proses penanganannya di Satreskrim Polresta Kendari. Kasat Reskrim Polresta Kendari Kompol Welliwanto Malau sebelumnya menyatakan proses penyidikan perkara tetap berjalan sesuai ketentuan hukum.
Reporter : Salman
Berita BerikutnyaDiduga Keracunan Menu Tuna, 58 Penerima MBG di Kendari Dilarikan ke Faskes
Baca Lainnya
Dua Tahun Berlalu, Penanganan Kasus Kebakaran Sarang Walet di Polsek Poasia Masih Menggantung
Deliksultra.com, Kendari - Penanganan laporan dugaan pembakaran sarang burung walet milik Praka Tasmin di wilayah hukum Polsek Poasia masih belum menemukan titik terang. Meski laporan telah diajukan sejak…
Banding Ditempuh, Sengketa Mesin Crusher Ruksamin dan Jalil Belum Berakhir
Deliksultra.com, Kendari – Sengketa kepemilikan mesin crusher yang melibatkan mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dengan Jalil masih berlanjut. Pihak Jalil melalui kuasa hukumnya, Imam Rifaldi, SH., resmi…
Kecelakaan Maut Hantam PT Riota, Sopir Tewas Terjepit, Disnakertrans Mengaku Belum Terima Laporan
Deliksultra.com, Kolut – Insiden fatal di jalur angkutan tambang nikel kembali merenggut nyawa pekerja di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara. Seorang sopir bernama Idris dilaporkan meninggal dunia…
Misteri Kematian Pria 23 Tahun di Cekdam Tambang Antam Kolaka
Deliksultra.com, Kolaka – Seorang pria berinisial E (23) ditemukan meninggal dunia di area cekdam tambang Bentayga Selatan UBPN Kolaka, Minggu (18/10/2026). Korban ditemukan dalam kondisi tenggelam di dalam…
Satpol PP Temukan 15 Jerigen BBM di Mobil dalam SPBU Rabam Kendari
Deliksultra.com, Kendari – Dugaan pengangkutan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi menggunakan jerigen terungkap di SPBU Rabam, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Temuan tersebut mencuat setelah beredarnya rekaman video…
Bukan Kenyang yang Didapat, 63 Siswa di Konsel Malah Tumbang Diduga Usai Makan MBG
Deliksultra.com, Konsel - Dugaan keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Sulawesi Tenggara (Sultra). Sebanyak 63 siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah atas…









