Misteri Kematian Pria 23 Tahun di Cekdam Tambang Antam Kolaka
Deliksultra.com, Kolaka – Seorang pria berinisial E (23) ditemukan meninggal dunia di area cekdam tambang Bentayga Selatan UBPN Kolaka, Minggu (18/10/2026). Korban ditemukan dalam kondisi tenggelam di dalam air dengan posisi tengkurap.
Kapolres Kolaka, AKBP Ritman Todoan Agung Gultom, membenarkan peristiwa penemuan jenazah tersebut saat dikonfirmasi pada Selasa (20/10/2026).
“Iya, ada penemuan mayat di lokasi tersebut”, katanya kepada awak media ini pada Selasa (20/10/2026).
Kasubsi Penmas Humas Polres Kolaka, Aiptu Riswandi, mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, korban mendatangi lokasi pengisian air bersama seorang saksi berinisial A yang bekerja sebagai pengemudi mobil water tank PT SJS.
Keduanya tiba sekitar pukul 07.40 WITA untuk mengisi air yang akan digunakan menyiram jalan produksi PT Antam. Lokasi pengisian tersebut berjarak kurang lebih 500 meter dari cekdam tempat korban ditemukan.
Menurut Riswandi, ketika proses pengisian air berlangsung, korban meninggalkan kendaraan water tank. Setelah pengisian selesai sekitar pukul 08.30 WITA, korban tidak lagi terlihat di lokasi.
Kondisi tersebut membuat saksi bersama sejumlah rekan kerja berinisiatif mencari keberadaan korban.
Pencarian kemudian mengarah ke kawasan cekdam setelah saksi berinisial FDS menemukan pakaian milik korban di tepi perairan sekitar pukul 09.05 WITA.
“Setelah dilakukan pemeriksaan di sekitar lokasi, saksi melihat korban berada dalam posisi tengkurap dan tenggelam di dalam air”, terangnya.
Tim Inafis Polres Kolaka tiba di tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 11.48 WITA. Petugas selanjutnya melakukan penanganan di lokasi dan mengevakuasi jenazah korban.
Usai dievakuasi, jenazah dibawa menggunakan ambulans PT Antam ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut melalui visum et repertum.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai penyebab pasti korban tenggelam. Konfirmasi kepada pihak-pihak terkait masih terus diupayakan untuk melengkapi informasi mengenai peristiwa tersebut.
Reporter : Andri







