Dana BOS Diduga Diselewengkan, AMPHI Minta Polda dan Kejati Turun Tangan

Deliksultra.com, Mubar - Dugaan penyelewengan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Kabupaten Muna Barat kembali mencuat. Aliansi Mahasiswa Pemerhati Hukum Indonesia (AMPHI) Sulawesi Tenggara menuntut aparat penegak hukum, baik Kepolisian Daerah (Polda) maupun Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra, untuk segera mengusut indikasi korupsi yang dinilai terstruktur dan tertutup dalam tubuh Dinas Pendidikan setempat.
Ketua AMPHI Sultra, Ibrahim, menilai pengelolaan dana BOS selama ini sarat dengan praktik tidak transparan. Ia mendesak Dinas Pendidikan Muna Barat membuka secara rinci penggunaan anggaran tersebut, mulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Masyarakat berhak tahu bagaimana dana BOS digunakan: sekolah mana yang menerima, untuk kegiatan apa saja, dan berapa besarannya. Ini uang negara, bukan milik pribadi,” ujar Ibrahim dalam keterangannya, Senin (16/6).
AMPHI juga menyoroti indikasi pencairan dana BOS ke sejumlah PAUD yang diduga tidak aktif menyelenggarakan proses belajar mengajar. Menurut Ibrahim, temuan semacam itu harus menjadi alarm bagi penegak hukum untuk turun tangan.
“Ini ironis. Lembaga yang tidak aktif tapi tetap menerima anggaran? Jelas ada yang tidak beres dan harus diusut tuntas,” tambahnya.
Tak hanya soal administrasi, AMPHI turut menyinggung peristiwa tragis yang menimpa seorang siswa SDN 4 Tiworo Selatan pada Oktober 2024 lalu. Sang siswa mengalami luka serius hingga mendapat 50 jahitan akibat terjatuh di bangunan sekolah yang rusak. Perbaikan disebut baru dilakukan setelah kasus itu viral di media sosial.
“Ini bukti nyata gagalnya pemanfaatan dana BOS secara tepat. Jika anggaran dikelola dengan benar, kejadian itu seharusnya tidak terjadi,” tegas Ibrahim.
Dalam pernyataannya, AMPHI menilai Kepala Dinas Pendidikan Muna Barat, Ahmad Ramadhan, menunjukkan sikap pasif dan cenderung menghindar dari tanggung jawab publik. Diamnya pejabat tersebut dianggap bukan sebagai bentuk kehati-hatian, melainkan cerminan lemahnya kepemimpinan.
“Kalau tidak ada yang disembunyikan, seharusnya dia bersedia menjelaskan secara terbuka. Jangan bersembunyi di balik alasan birokrasi atau menunggu izin bupati,” sindir Ibrahim.
Lebih lanjut, AMPHI mengaitkan lamanya masa jabatan Ahmad Ramadhan dengan dugaan kuat adanya keterlibatan struktural dalam persoalan pengelolaan dana BOS. Selain kepala dinas, mereka juga meminta agar mantan Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) turut diperiksa. Kabid tersebut diketahui baru saja dimutasi ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan pada awal Juni 2025.
“Pemindahan itu bisa jadi merupakan sinyal bahwa bupati baru mulai melakukan bersih-bersih. Kita harap ini bukan sekadar rotasi biasa, tapi bagian dari reformasi total,” jelasnya.
AMPHI juga mengingatkan bahwa kepala sekolah dan operator dana BOS memiliki peran krusial dalam pengelolaan dana tersebut. Mereka meminta agar semua pihak yang terlibat turut diperiksa dan dimintai pertanggungjawaban.
Di akhir pernyataannya, Ibrahim meminta Bupati La Ode Darwin untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Dinas Pendidikan Muna Barat.
“Jika serius membangun masa depan pendidikan, maka pembenahan harus dimulai dari akarnya. Jangan biarkan korupsi menjadi budaya yang mengakar di sektor yang seharusnya paling suci untuk mencerdaskan anak bangsa,” pungkasnya.
Reporter : Andri
Berita BerikutnyaPolres Kolaka Pastikan Dua Kasus Curanmor Masih Diselidiki, Pelaku Diduga di Luar Sultra
Baca Lainnya
Passobis Kolaka Timur Dilimpahkan ke Jaksa, Kerugian Korban Capai Rp215 Juta
Deliksultra.com, Kendari – Penyidikan kasus dugaan kejahatan siber yang menjerat pria berinisial A asal Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara (Sultra), resmi rampung. Tersangka yang diduga menyalahgunakan data…
Polda Sultra Bongkar Gudang Sabu di Kendari, 3,59 Kg Narkotika Disita
Deliksultra.com, Kendari — Peredaran narkotika jenis sabu dalam jumlah besar di Kota Kendari berhasil diungkap Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulawesi Tenggara (Sultra). Dalam operasi tersebut, polisi menangkap dua…
Diduga Menyalahgunakan Wewenang, Seorang Oknum Kajari di Sultra Diboyong Tim PAM SDO ke Kejagung
Deliksultra.com, Kendari — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Tim Pengamanan Sumber Daya Organisasi (PAM SDO), mengambil langkah tegas terhadap jajarannya dengan mengamankan seorang Kepala Kejaksaan Negeri…
Satpol PP Diduga Main Tangan Saat Bubarkan Aksi HMI di Kantor Gubernur Sultra
Deliksultra.com, Kendari - Aksi penyampaian aspirasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kendari di Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) berujung dugaan penganiayaan terhadap salah seorang kader. Peristiwa tersebut terjadi…
Polresta Kendari Bongkar Rantai Senpi Rakitan, Dua Orang Diamankan dan Puluhan Amunisi Disita
Deliksultra.com, Kendari - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kendari mengembangkan kasus dugaan penyalahgunaan senjata api rakitan dan amunisi aktif di wilayah Kecamatan Kendari, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Dalam…
Penemuan Mayat Perempuan Gegerkan Roraya, Penyebab Kematian Masih Misteri
Deliksultra.com, Konsel - Penemuan jasad seorang perempuan menggegerkan warga Desa Roraya, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Rabu (16/9/2026). Tubuh perempuan tersebut ditemukan di kawasan perkebunan yang…









