Golkar Sultra Satukan Kekuatan, 17 DPD II Dikonsolidasikan Menuju Pemilu 2029

DelikSultra.com
3 Min Baca
Golkar Sultra Satukan Kekuatan, 17 DPD II Dikonsolidasikan Menuju Pemilu 2029

Deliksultra.com, Kolaka – Partai Golkar mulai memperkuat mesin politiknya di Sulawesi Tenggara (Sultra). Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Golkar Sultra bersama 17 DPD II tingkat kabupaten/kota resmi dilantik secara serentak di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026).

Pelantikan tersebut menjadi momentum konsolidasi besar bagi partai berlambang pohon beringin itu untuk memperkuat struktur organisasi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kontestasi politik mendatang.

Prosesi pelantikan pengurus DPD I Golkar Sultra periode 2025–2030 dipimpin langsung Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. Sementara pelantikan pengurus DPD II dari 17 kabupaten/kota dipimpin Ketua DPD I Golkar Sultra, La Ode Darwin.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, turut hadir dan memberikan arahan kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Ia menekankan bahwa kekuatan partai tidak hanya ditentukan oleh struktur organisasi, tetapi juga kemampuan menyatukan seluruh elemen kader.

Menurut Sarmuji, kepemimpinan di daerah harus mampu membangun kebersamaan dengan melibatkan tokoh senior maupun generasi muda. Langkah tersebut penting agar Golkar tetap relevan menghadapi perubahan sosial dan perkembangan teknologi.

“Saya tadi menyaksikan bagaimana ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara bisa menghimpun seluruh kekuatan, menyatukan semua yang berserak, yang senior-senior dirangkul, yang muda diajak,” ujar Sarmuji.

Ia juga mengingatkan kader agar tidak mengabaikan perubahan pola komunikasi masyarakat, khususnya generasi muda yang kini lebih banyak memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk memperoleh informasi.

“Anak-anak muda kita mencari informasi bukan kepada bapaknya, bukan kepada ibunya saat ini, tetapi mencari informasi melalui dunia digital. Bahkan anak-anak kita berkonsultasi saat ini bukan kepada bapaknya lagi, bukan kepada ibunya, tetapi melalui AI, artificial intelligence, dan platform-platform media sosial lainnya,” tegasnya.

Selain mendorong modernisasi partai, Sarmuji menyampaikan dua tugas penting yang harus dijalankan pengurus Golkar di seluruh tingkatan.

Pertama, mengawal dan mendukung pelaksanaan program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto hingga ke daerah. Kedua, meningkatkan perolehan kursi legislatif, mulai DPR RI, DPRD provinsi hingga DPRD kabupaten/kota pada Pemilu 2029.

Ia menilai keberhasilan program pemerintah juga menjadi bagian dari tanggung jawab politik Golkar sebagai salah satu partai pendukung pemerintahan.

“Kesuksesan program Pak Prabowo Subianto sampai ke daerah akan berimplikasi kepada kesuksesan Partai Golkar. Golkar sebagai partai koalisi yang berada di dalam pemerintahan harus mampu memberi dukungan yang memadai,” kata Sarmuji.

Sarmuji turut mengingatkan seluruh kader untuk menghindari perpecahan internal. Menurutnya, soliditas menjadi modal utama agar target politik partai dapat diwujudkan.

“Mari kita sekali lagi jaga solidaritas partai, atmosfer politik internal Partai Golkar sebaik-baiknya. Jangan sampai kita di daerah-daerah tercerai-berai. Kita harus bersatu, karena hanya dengan persatuan apa yang kita cita-citakan bisa kita capai bersama-sama,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua DPD I Golkar Sultra, La Ode Darwin, menegaskan bahwa pelantikan serentak tersebut menjadi titik awal bagi pengurus untuk bergerak memperkuat organisasi hingga ke tingkat paling bawah.

Ia menyampaikan, seluruh pelaksanaan musyawarah daerah di 17 kabupaten/kota telah diselesaikan melalui mekanisme aklamasi. Proses tersebut berlangsung tanpa konflik sehingga diharapkan menjadi fondasi bagi soliditas kepengurusan Golkar di Sultra.

Darwin menargetkan konsolidasi organisasi tidak berhenti pada tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Penguatan struktur akan dilanjutkan hingga kecamatan, desa dan kelurahan, dengan batas penyelesaian paling lambat 31 Desember 2026.

“Insyaallah kami berkomitmen setelah pelantikan ini, mulai 2027 ke depan sampai persiapannya pemilu kami, telah berkomitmen untuk melakukan kegiatan konsolidasi maksimal di setiap desa, kelurahan, kecamatan, kabupaten, kota, Sulawesi Tenggara,” pungkas Darwin.

Dengan terbentuknya kepengurusan di 17 kabupaten/kota, Golkar Sultra kini memiliki tanggung jawab memperkuat kerja organisasi, memperluas jangkauan kaderisasi, serta meningkatkan kedekatan dengan masyarakat.

Konsolidasi hingga tingkat desa dan kelurahan diharapkan menjadi langkah awal untuk memperbesar kekuatan elektoral partai sekaligus merealisasikan target penambahan kursi legislatif pada Pemilu 2029.

Reporter : Andri

Berita BerikutnyaBanding Ditempuh, Sengketa Mesin Crusher Ruksamin dan Jalil Belum Berakhir
Bagikan:

Baca Lainnya