Korban Pencabulan Oknum TNI di Kendari Alami Depresi Parah, Histeris dan Menyakiti Diri Sendiri

waktu baca 2 menit

Deliksultra.com, Kendari – Korban pencabulan yang dilakukan oleh oknum TNI aktif yang bertugas di Kodim 1417/Kendari bernama Sertu Majib Bone depresi. Setelah mendapat perlakuan tidak memyenangkan AKS (12) mengurung diri dalam kamar, sering melukai diri dengan mencakar-cakar tubuhnya, dan kerap menangis histeris ketakutan.

Kerabat korban berinisial VN menjelaskan, sebelum kasus yang menimpa ponakannya itu mencuak, korban dan keluarganga tinggal di perumahan pelaku yang ada di Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), namun dengan adanya peristiwa yang tidak manusiawi itu mereka meninggalkan rumah tersebut dan tinggal di rumah nenek korban yang ada di Kota Kendari.

Selama di rumah neneknya, kata VN, korban takut ke luar rumah dan ia memilih mengurung diri di dalam kamar. Saat didampingi keluarga, korban hanya merenung dan enggan bercerita.

Namun saat sendirian dalam kamar, korban merenung, menangis histeris ketakutan, bahkan nekat mencakar-cakar badannya hingga luka-luka.

“Kondisi korban semakin parah karena depresi berat dengan mencakar-cakar tubuhnya dan menangis histeris ketakutan,” katanya, Minggu (3/5/2026).

Lanjut VN, mereka sangat perihatin dengan keadaan korban. Sejumlah pendampingan telah dilakukan oleh psikolog anak namun hingga kini upaya itu belum juga membuahkan hasil maksimal.

“Sudah ada pendampingan dari psikolog anak, tapi belum ada perubahan, makanya rutin didampingi dan mudah-mudahan ada perkembangan yang lebih baik,” bebernya.

VN juga mengaku, pihak TNI telah mengajukan permintaan untuk membesuk dan mendampingi korban namun keluarga masih menolak sebab korban ketakutan dengan kehadiran orang baru di sekitarnya.

“Kemarin mereka mau datang tapi kami keluarga korban takut karena korban masih depresi berat,” tuturnya.

Saat ini, pihak keluarga masih berkoordinasi dengan psikolog agar kondisi mental korban bisa segera pulih. Mereka juga berharap agar Sertu Majib Bone segera ditangkap agar korban tak terus-terus ketakutan.

Reporter : Dandi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *