Terduga Oknum TNI Kasus Anak di Kendari Kabur Saat Pemeriksaan
Deliksultra.com, Kendari – Perhatian publik di Kendari tersedot pada dugaan kasus kekerasan seksual terhadap seorang siswi sekolah dasar yang menyeret nama oknum aparat. Isu ini mencuat setelah curahan hati ibu korban tersebar luas di media sosial dan memicu reaksi luas warganet.
Unggahan tersebut berasal dari akun Facebook milik ibu korban, Mitha Sultan, yang menceritakan secara rinci peristiwa yang diduga terjadi pada 14 April 2026. Ia menyebut, tindakan tak senonoh itu berlangsung di area garasi mobil dan diduga melibatkan seorang anggota TNI berinisial Sertu MB yang berdinas di Kodim 1417/Kendari.
Tak lama setelah kejadian, keluarga korban langsung menempuh jalur hukum. Mereka menggandeng kuasa hukum dan melaporkan peristiwa tersebut ke Polisi Militer. Korban juga telah menjalani pemeriksaan medis di RS Bhayangkara sebagai bagian dari pengumpulan alat bukti.
“Dan terbukti adanya kejahatan,tanggal 15 april 2026 pelaku melakukan pemeriksaan di kodim kendari kesanalah pengacara n oma, dapatlah jawaban sore ini pelaku dilimpahkan ke POM kendari. “ tulis Mitha dalam unggahannya pada 29 April 2026, di kutip Kamis, 30 April 2026.
Namun perkembangan kasus ini memicu tanda tanya baru. Keluarga mengaku menerima informasi bahwa terduga pelaku justru berhasil kabur dari pengawasan pada malam hari setelah pemeriksaan berlangsung.
Menurut keterangan yang diterima keluarga, pelarian itu terjadi saat momen kunjungan keluarga pelaku. Disebutkan, istri dan anaknya sempat datang dan meminta izin untuk makan, meski jarak lokasi pemeriksaan ke kantin hanya sekitar puluhan meter.
“Selang mlm berlalu ada dtg (datang) petugas katanya pelaku kabur. Astaghfirullah sakitnya hati rasanya KY (kaya) saya MW (mau) mati kasisn Z (saya) tidak bisa bernapas,” tulisannya lagi.
Situasi ini membuat keluarga korban mempertanyakan prosedur pengamanan terhadap terduga pelaku. Mereka menilai ada kejanggalan hingga seseorang yang tengah diperiksa bisa meloloskan diri.
Di sisi lain, kondisi korban dilaporkan semakin mengkhawatirkan. Trauma berat disebut dialami korban hingga berdampak serius pada kondisi mentalnya.
Keluarga pun berharap dukungan publik dan keseriusan aparat dalam menangani kasus ini, termasuk segera menangkap kembali terduga pelaku.
“Tolong kasihan, bantu carikan orang ini. Saya ingin tanya, anakku panggil kamu ayah, kenapa dijahati sesakit ini,” tutupnya.
Pihak Kodim 1417/Kendari membenarkan bahwa kasus tersebut telah ditangani oleh Polisi Militer. Komandan Kodim, Letkol Arm Danny Arianto Pardamean Girsan, menyatakan proses hukum sudah berjalan.
“Kita sudah proses di Denpom,” katanya saat dikonfirmasi pada Kamis, 30 April 2026.
Ia juga mengungkapkan bahwa terduga pelaku kini telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
“Dan kita sudah keluarkan DPO,” singkatnya.
Sementara itu, Komandan Denpom XIV/3 Kendari, Letkol CPM Haryadi Budaya Pela, belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan terbaru penanganan perkara tersebut.
Reorter : Andri







