Modal Kolor, Bobol Warung! Beras hingga Tempe Ikut Digondol
Deliksultra.com, Kendari – Aksi pembobolan warung makan kembali terjadi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Kali ini, sebuah warung yang berada di Jalan Diponegoro, Kelurahan Punggaloba, Kecamatan Kendari Barat, menjadi sasaran pencurian saat kondisi lokasi sedang kosong pada Senin (27/7/2026) dini hari.
Peristiwa tersebut terekam kamera pengawas (CCTV). Dalam rekaman terlihat seorang pria tanpa mengenakan baju, hanya memakai celana kolor, masuk ke dalam bangunan dengan cara merusak bagian plafon.
Anak pemilik warung, Risky, mengungkapkan seluruh aktivitas di warung telah berakhir sekitar pukul 03.00 Wita. Seluruh pegawai bersama keluarganya telah pulang sehingga pelaku diduga leluasa menjalankan aksinya sekitar pukul 05.30 Wita.
“Sepulang dari warung sekitar pukul 03.00 Wita sudah tidak ada lagi orang di warung karena semua pulang istirahat. Pelaku masuk sekitar pukul 05.30 Wita lewat plafon, naik pakai jeriken,” ujar Risky, dikutip dari Kendariinfo, Selasa (28/7).
Dari dalam warung, pelaku membawa kabur sejumlah bahan kebutuhan usaha, mulai dari beras, tomat, tempe, sayur-mayur, sabun, hingga barang-barang lainnya. Kerugian akibat pencurian tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp1 juta.
Kasus itu baru terungkap saat ayah Risky datang untuk membuka warung pada siang hari. Ia curiga setelah mendapati aliran listrik di lokasi dalam keadaan mati. Setelah memeriksa rekaman CCTV, barulah diketahui ada seseorang yang masuk secara ilegal ke dalam warung.
“Bapak saya baru sadar siang hari. Dia kaget karena listrik di warung mati. Pas kami cek CCTV ternyata ada maling masuk dan dia tidak pakai baju, cuma pakai kolor,” ungkapnya.
Risky menuturkan durasi rekaman CCTV yang beredar hanya beberapa detik lantaran pelaku diduga lebih dulu mematikan meteran listrik setelah berhasil masuk. Akibatnya, sistem kamera pengawas berhenti merekam sehingga seluruh rangkaian aksi pencurian tidak terdokumentasi.
“Nah kenapa videonya pendek, karena maling itu pintar. Dia matikan meteran listrik, jadi CCTV tidak merekam lagi,” jelasnya.
Ia menambahkan, kejadian tersebut bukan yang pertama dialami keluarganya. Warung makan milik mereka disebut sudah empat kali menjadi target pencurian oleh pelaku yang belum diketahui identitasnya.
Reporter : Eko Rama







